Ads (728x90)

PADANG POS (SOLOK)-DPRD Kabupaten Solok, meminta agar banguna liar (bangli) atau bangunan tanpa surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang berada di sepanjang jalan Lintas Sumatera dari batas Kota Padang menuju Kabupaten Solok, atau di sepanjang ibukota Arosuka dan di sepanjang jalur Sukarami menuju Kota Solok serta di sepanjang Danau Singkarak, segera ditertibkan Pemkab Solok.
“Menertibkan bangunan liar, memang ibarat memakan buah simalakama. Disatu sisi bangunan tersebut sudah berdiri sejak lama dan menjadi sumber penghidupan bagi sebahagian warga, namun disisi lain bangunan tersebut jelas merusak tatanan kota,” tutur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen, Minggu (23/11).
Namun menurut Septrismen, pihaknya berharap agar dalam rencana menertibkan bangunan liar, hendaknya dicarikan solusi dan sosialisasi kemasyarakat agar tidak terjadi salah pengertian di masyarakat. “Saya sudah mendengar sejak lama, bahwa pemerintah Kabupaten Solok sejak dari beberapa tahun lalu berencana menertibkan bangunan lira di sepanjang jalur lintas Sumatera dan sepenjang danau Singkarak, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tutur anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu.
Sementara menurut Bupati Solok, Syamsu Rahim, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam rencana penertiban bangunan liar tersebut. “Kita sudah melakukan lobi ke pemerintah Provinsi dan Kabupaten Tanah Datar, kota Padang dan kota Solok serta Sawahlunto, bangaimana solusinya menertikan bangunan liar tersebut, agar tidak ada pihak yang dirugikan. Selain itu, untuk menertibkan bangunan liar sebanyak itu, diperlukan anggran dan tenaga yang banyak, karena jumlah bangunan liar sudah ratusan jumlahnya, ” tutur Syamsu Rahim (wandy)

Post a Comment