Ads (728x90)

PADANG POS(Painan)-Ketua Tim Investigasi LSM Majelis Masyarakat Anti Korupsi (Mamak) Ranah Minang, Jamalus Datuk akan melaporkan kasus dugaan pencurian CPO di Kampung Teluk Betung Kenagarian IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan ke Kapolda Sumbar. 

"Kami dari LSM Mamak, telah menugaskan anggota untuk melakukan investigasi tentang adanya dugaan pencurian CPO di Teluk Betung tersebut," kata Jamalus Datuk kepada Padang Pos.Com, Sabtu 29 November 2014. 

Berdasarkan data LSM Mamak, kata Jamalus, memang ada aktifitas pemindahan CPO dari mobil tangki di rumah salah satu penduduk di Teluk Betung. "Tapi anehnya, kenapa aparat hukum kok pasif, dan saya duga pasti ada apa-apanya," katanya. 

Sementara Ketua DPRD Pesisir Selatan Martawijaya meminta Kapolres Pesisir Selatan untuk menyikapi dan menindak tegas pelaku pencurian CPO di kampung Teluk Betung kenagarian IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir selatan.

“Kemudian, saya juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan persoalan pencurian CPO di Teluk Betung kepada Kapolres Pessel,” kata Ketua DPRD Pessel, Martawijaya,  Jumat, 28 November 2014.

Menurut Martawijaya, selain melapor ke kapolres, masyarakat juga harus membuat laporan kepada DPRD Pesisir Selatan. “Jika ada laporan tersebut, kita di DPRD sesuai tugas dan fungsi akan menindaklanjuti persoalan pencurian CPO tersebut,” katanya.

Sebagai penyambung aspirasi masyarakat yang memilih anggota DPRD Pessel, kata Martawijaya, sudah merupakan tugas dan tanggungjawab moral bagi setiap angota dewan. “Kini, kami tunggu laporan dari masyarakat,” kata politisi ini.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Tabloid Bijak.Com, Rabu 5 November 2014 yang lalu, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Toto Fajar Prasetya berjanji akan menindak, jika ada anggotanya yang menjadi pembeking dari pencurin CPO di Teluk Betung tersebut.

Sementara Tomi salah seorang pemuda di Kampung Teluk Betung menegaskan, pencurian CPO tersebut berlangsung secara terang-terangan, seakan pelakunya kebal hokum. "Saya heran juga kenapa tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum atau menutup tempat tersebut,” katanya.

Menurut Tomi, di tempat pencurian CPO itu diduga ada tempat menimbun BBM Solar, cangkang sawit, dan menjual minyak tanah subsidi yang tidak sesuai DO peruntukannya. "Lucu juga ya, sebanyak itu drum-drum di dalam gudang,  masa tidak tahu aparat hukum, di tepi jalan lagi,” katanya. (Ya/chan)

Post a Comment