Ads (728x90)

PADANG POS (Padang)-Para pedagang yang berjualan  dikawasan objek wisata  Pantai Padang sangat memerlukan bantuan dana modal dari Pemko untuk mempelancar bisnisnya dan sekaligus ingin lolos dari jeratan para rentenir alias lintah darat.
 
“Kini kami terpaksa meminjam dana ke rentenir atau Bank 46 yang maksudnya dipinjam empat dikembalikan enam,” kata Yul (45) salah seorang pedagang di objek wisata Pantai Padang kepada Padang Pos, minggu lalu
 
Menurut Yul, pemerintah seakan tak peduli dengan nasib pedagang di objek wisata Pantai Padang yang sangat memerlukan bantuan dana kridit ringan.“Kegelisahan kami para pedagang kian bertambah dengan adanya kenaikan BBM,” katanya.
 
Kemudian,  kata Yul, apakah bisa para pedagang di objek wisata Pantai Padang dimasukan dalam program peningkatan UKM atau pinjaman usaha kecil. “Jujur, kami para pedagang tidak tahu atau mengerti bagaimana cara meminjam dana UKM tersebut,” tambahnya.
 
Nada yang sama juga disampaikan, Ketua Pedagang , Agusman (60). Menurutnya, semua pedagang yang berada di Kawasan PantaiPadang  umumnya meminjam dana ke rentenir yang berkedok Koperasi Simpan Pinjam. ‘Saya pun terpaksa meminjam dana rentenir tersebut,” ujarnya.
 
Kemudian, kata Agusman, sejak BBM naik pendapatan pedagang menurun dan para rentenir tidak mau tahu dengan kesulitan pedagang. “Para pedagang diwajibkan juga membayar,  walaupun pengunjung ke Pantai Padang sepi,” tambahnya.
 
Sementara Ris (30) salah seorang anggota rentenir menyebutkan,  utang pedagang sudah menumpuk dan adakalnya para pedagang perang mulut dengan para rentenir. ” Dalam dua  pekan ini, kami tetap melakukan penagihan, kalau tidak kami akan dimarahi oleh boos, dan sesuai perjanjian pelanggan harus membayar cicilan tetap waktu, “ katanya.
 
“Dalam musim hujan ini, banyak pelanggan kami menunggak angsuran harian, jelas dalam perhitungan laba, kami merugi, dalam pinjaman uang kami tidak memakai jaminan hanya saling percaya saja “ kata Ris lagi. (gan)

Post a Comment