Ads (728x90)

PADANG POS (Jakarta)-Sebagai salah seorang sopir taxi di Ibukota Jakarta, Opa Maman termasuk yang terusik dengan adanya demo, terutama kalau demo yang dilakukan berbagai elemen masyarakat tersebut di dekat Istana Negra RI.
 
“Saya sudah dari dulu tak setuju adanya demo, apa untungnya demo dan dibayar berapa kalau ikut demo,” kata Opa Maman yang mengaku ortu laki-lakinya orang Jakarta dan ibunya Sunda, ketika n ber 2014.
 
Menurut Opa Maman, kalau ada demo di dekat Istana Negara, tansfortasi macet total sampai demo itu berakhir atau membubarkan diri.  “Sejak pemerintah menaikan harga BBM, boleh dikatakan tiap hari pula ada demo, dan biasanya jam-jam seperti (pukul 10.00 WIB) sekarang ini sudah ada demo” kata sopir yang mengaku punya anak empat tersebut.
 
Kumudian Opa Maman bertanya;”Apa kalau pemerintah menaikan harga BBM tersebut, apa bisa turun lagi ya, dan kalau tidak bisa turun untuk apa berdemo, enak bekerja,” katanya.
 
Nada yang sama disampaikan Syafruddin sehari sebelumnya. Menurut sopir taxi yang mengaku dari Padang  tersebut, demo membuat beberapa ruas jalan macet total. “Jakarta kian macet bila ada demo,” ujarnya yang menyebutkan dirinya sudah 16 tahun jadi sopir taxi.
 
Sebaiknya, nggak usah ada demo. Kalau mau berdemo, cukup para ketua pendemo saja yang menyampaikan aspirasi dan tak perlu membawa masa pendukung banyak-banyak. “Aspirasi pendemo tersalurkan dan masyarakat pemakai jalan tak terganggu. “Katayna, sudah ada anggota DPR RI, sampikan saja aspirasi itu ke anggota dewan tersebut, biar mereka saja yang ngurus tentang tuntutan masyrakat,” katanya. ( Ya)


Post a Comment