Ads (728x90)


Tanaman kakao. (Foto: Medicaster/public domain/commons.wikimedia.org)

PADANGPOS(Padang)-Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Barat, Fajaruddin menyebutkan, luas lahan perkebunan kakao di Sumatera Barat (Sumbar) pada 2014 mencapai 154.129 hektare dengan produksi mencapai 88.967 ton pertahun. Bahkan, produksi kakao tersebut meningkat pesat sejak lima tahun terakhir.

“Kita berupaya mendorong masyarakat untu memperluas lahan dan jumlah produksi. Selama lima tahun terakhir luas perkebunan kakao di Sumatera Barat sudah bertambah sebanyak 53.115 Ha dari awalnya hanya 101.014 ha pada tahun 2010,” kata Fajaruddin di Padang minggu lalu.

Seiring dengan bertambahnya luas perkebunan kakao, produksi kakao di Sumbar juga bertambah cukup signifikan. “Tahun 2010, produksi kakao Sumbar hanya 49.638 Ton pertahun. Angka itu meningkat pada tahun 2014 menjadi 88.967 Ton pertahun atau meningkat sebesar 39.329 ton,” kata dia.

Menurut dia, penambahan lahan tersebut cukup memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat terutama petani, karena 100 persen lahan kakao di Sumbar dimiliki oleh petani.
“Potensi kakao dan kualitas kakao kita cukup bagus. Apalagi petani kita masih punya lahan untuk dikembangkan,” kata dia.

Menurut dia, bertambahnya luas lahan dan produksi kakao itu karena tanaman itu bisa ditanam dengan memanfaatkan lahan rumah petani yang tidak terlalu luas. “Memiliki beberapa batang tanaman kakao telah bisa memberikan nilai lebih dari segi ekonomis, karena itu cukup banyak masyarakat yang tertarik untuk menanam kakao di lingkungan rumah mereka,” katanya lagi.

Seiring dengan sambutan baik masyarakat terhadap tanaman kakao itu, Dinas Perkebunan Sumbar menurut dia juga memberikan pembinaan kepada kelompok-kelompok tani terutama terkait bibit berkualitas dan proses pemeliharaan. Dengan demikian, produksi kakao di Sumbar terus bias ditingkatkan.(men)

Gubernur Sumbar: Program Subsektor Perkebunan Bertujuan Sejahterakan Petani

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyebutkan, program subsektor perkebunan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan  dan mensejahterakan petani dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada, atau lahan yang belum optimal dalam pemanfaatannya.

“Keseriusan pemerintah provinsi tersebut dengan adanya program bantuan 182 ribu lebih bibit tanaman ke Kabupaten Agam, ” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno  ketika  penyerahan bibit kelapa sawit kepada petani di Dusun Kurao, Jorong Pasadurian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung, 6 November 2014 lalu.

Menurut  gubernur, tanaman bibit itu, terdiri dari kelapa sawit, karet, kakoa, kelapa, kopi dan pala. Di samping itu, juga memberikan bantuan tentang peremajaan, pembuatan embung dan optimalisasi lahan kakoa. Jika dikalkulasikan total bantuan yang diberikan itu sebesar Rp 2,1 miliar.

 “Kini,  harga kakao sekitar Rp 31.000 per kilogram, maka dalam 1 hektare petani bisa memperoleh hasil 100 kilogram per bulan atau Rp 3,1 juta per bulan. ”Saya berharap bibit yang diserahkansebagai bantuan  ini dapat ditanam dan dipelihara dengan baik,” kata Irwan prayitno.

Kemudian, kata gubernur, pemberian bibit komoditi perkebunan ini berdasarkan pada kontribusi Agam terhadap peningkatan pendapatan petani, menyerap tenaga kerja serta  mendatangkan devisa bagi Provinsi Sumbar.” Selain itu, juga bermanfaat untuk kelestarian alam dan lingkungan sebagai penyedia sumberdaya air dan oksigen,” katanya. 

Selanjutnya, kata gubernur, kesungguhan petani dalam mengelola perkebunan tentu sangat dibutuhkan, agar bibit yang diberikan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani. 

”Petani yang telah menerima bantuan bibit itu, saya harapkan benar-benar memanfaatkan bibit yang telah diberikan. Tanam  dan peliharalah dengan sungguh-sungguh, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dan memberikan manfaat, serta keuntungan bagi petani,” kata  Irwan Prayitno.

Sedangkan  rincian bantuan bibit yang telah diserahkan ke Kabupaten Agam tahun 2014 ini adalah bantuan bibit sawit 16.375 batang, karet 10.500, kakao 47.000, kelapa 4.550, kopi 5.000, pala 12.000 batang, gunting pangkas kakao, dan kopi 150 unit dengan total anggaran Rp 1,410 miliar. 

“Kabupatren Agam  melalui APBN, mendapat program peremajaan kelapa 100 ha, kebun entres karet 1 ha, embung 3 unit, optimasi lahan karet 40 ha, optimalisasi lahan kakao 60 ha, dengan total anggaran Rp 700 juta dan total keseluruhan bantuan untuk Agam adalah Rp 2,1 miliar,” kata gubernur lagi.
Sementara Bupati Kabupaten  Agam Indra Catri menjelaskan, pihaknya sudah mencanangkan program Agam menyemai sejak empat tahun terakhir. Program tersebut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang dimiliki. 

”Sejak bergulirnya program tersebut, luas tanaman kelapa sawit masyarakat pada akhir 2013 berkembang menjadi 18.956 hektare, kelapa 11.891 hektare, kakao 5.455 hektare, dan tebu 3.752 hektare. Selain itu, kulit manis, pinang, kopi, cengkeh, karet, dan lainnya luasnya juga terus bertambah dari tahun ke tahun,” kata Bupati Agam Indra Catri. 

Menurut bupati,  empat tahun ke depan petani yang dapat bantuan bibit ini pendapatannya akan semakin baik. Di samping perkebunan sawit rakyat, juga ada perusahaan besar swasta nasional di Kabupaten Agam, di antaranya PT Mutiara Agam, PT AMP Group dan Pelalu Raya dengan total luas areal sekitar 23.000 hektare. Sementara produksi kelapa sawit 120 ton per jam.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Agam, Yulnasri menambahkan, Kabupaten Agam telah mendapatkan bantuan bibit dari pemerintah pusat dan provinsi sebanyak 6.000 bibit cengkeh untuk 4 kelompok. Kemudian, tanaman pala sebanyak 5.000 pohon untuk 4 kelompok.

Menurut Yulnasri,  lahan pala untuk 2 kelompok berjumlah 4.000 batang, perluasan tanaman kopi untuk satu kelompok sebanyak 5.000 batang. Selanjutnya, bantuan gunting pangkas untuk 6 kelompok berjumlah 130 unit, pengembangan tanaman karet rakyat untuk 3 kelompok berjumlah 10.500 batang, perluasan tanaman kakao untuk 6 kelompok selaus 45 hektare.

Kemudian, kata Yulnasri, adanya juga, bantuan alat untuk pengolah tebu bagi 4 kelompok, dan bantuan bibit sawit siap salur untuk 4 kelompok berjumlah 13.125 batang. ”Semoga dengan program ini, diharapkan program Agam Menyemai semakin berkembang di Kabupaten Agam. Harapan kita tentunya ekonomi masyarakat juga semakin membaik,” ungkapnya. (men)

LINTASAN PERISTIWA DINAS PERKEBUNAN TAHUN 2014

A. VISI
TERWUJUDNYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS HASIL PERKEBUNAN SUMATERA BARAT
B. MISI

1. Peningkatan Produksi dan Kualitas Tanaman Perkebunan
2. Peningkatan Penyediaan benih Unggul dan Sarana Produksi Perkebunan
3. Peningkatan Penanganan Perlindungan Perkebunan
4. Menumbuhkembangkan Usaha dan Pemberdayaan Kelembagaan Perkebunan
5. Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Sub Sektor Perkebunan
C.  LIMA PROGRAM PRIORITAS PERKEBUNAN

1. PERBAIKAN KUALITAS TANAMAN PERKEBUNAN
2. OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN TERLANTAR
3. PENINGKATAN PENYEDIAAN SARANA PASCA PANEN
4. PENURUNAN SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PERKEBUNAN
5. PENINGKATAN KAPASITAS SDM PERKEBUNAN DAN KELEMBAGAAN PETANI


D. HASIL YANG DICAPAI PADA TAHUN 2014

1. LUAS  DAN  PRODUKSI  KOMODITI  UTAMA  PERKEBUNAN

TAHUN KAKAO K.SAWIT KARET KOPI ARABICA KOPI ROBUSTA
LUAS
(HA) PROD
(TON) LUAS
(HA) PROD
(TON) LUAS
(HA) PROD
(TON) LUAS
(HA) PROD
(TON) LUAS
(HA) PROD
(TON)
2010 101.014 49.638 353.411 910.309 167.416 137.377 20.724 14.796 19.843 15.106
2011 117.014 59.836 356.140 922.746 170,250 139.687 20.742 14.857 19.843 15.203
2012 137.355 69.281 357.059 941.579 172,186 139.687 20.754 14.876 19.886 15.259
2013 150.319 80.001 367.094 984.776 174.890 149.002 20.994 16.939 21.853 16.227
2014* 154.129 88.967 374.337 956.286 176.779 161.775 21.794 17.894 22462 17.231

Catatan : * = tahun 2014 merupakan angka sementara

2. PENYEDIAAN BIBIT UNGGUL KOMODITI PERKEBUNAN TAHUN 2014

NO KOMODITI JUMLAH PENYEDIAAN BIBIT (BATANG)
THN 2012 THN 2013 THN 2014
1 KAKAO 1.400.000 1.128.500 800.000
2 KARET 169.000 372.000 382.000
3 KELAPASAWIT 87.600 122.500 127.650
4 KELAPA 15.300 273.500 10.000
5 KOPI ARABIKA 40.000 50.000 60.000
6 PALA 12.000 29.000 23.000
7 CENGKEH 15.000 18.100 20.000

3. PEMBANGUNAN KAWASAN PERKEBUNAN

NO KOMODITI KEGIATAN LOKASI
1 KAKAO PENGEMBANGAN NAGARI MODEL KAKAO 9 KAB DAN 3 KOTA (TANAH DATAR, P.PARIAMAN, LIMAPULUH KOTA, PASAMAN, AGAM, PAYAKUMBUH, PAS.BARAT, SOLOK, PES. SELATAN, SAWAHLUNTO, PADANG, PARIAMAN)
2 KOPI PENGEMBANGAN NAGARI MODEL KOPI
2 KAB ( SOLOK DAN LIMAPULUH KOTA)



4. PEMBANGUNAN UNIT PENGOLAHAN HASIL

NO KOMODITI UNIT KAB/KOTA
1 KAKAO 10 Kab. Solok, Lima Puluh Kota, Agam, Pasaman Barat, Pasaman, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman
2 KOPI 2 Kab. Solok Selatan, Kab. Solok
3 TEBU 6 Kab. Solok, Kab. Agam, Kab. Tanah Datar
4 AREN 2 Kab. Limapuluh Kota
5 KELAPA 2 Kab. Pesisir Selatan, Kab. Padang Pariaman
6 GAMBIR 5 Kab. Pesisir Selatan, Kab. Lima Puluh Kota


5. PENAMPILAN INTERNASIONAL

NO IVENT KELOMPOK TANI/GAPOKTAN
1 Expo Kopi, Seattle USA  Surian Permai Kab. Solok (Kopi)
2 Promosi Tunggal Sumatera Barat di Maroko  Inovasi  Kab. Limapuluh Kota (Kakao)

3 Pasar Lelang komoditi kopi di Bali Surian Permai Kab. Solok (Kopi)


6. PENAMPILAN NASIONAL


NO IVENT KELOMPOK TANI/GAPOKTAN
1 Agro Food Expo di Jakarta Padang Manih Sakato Kab. Padang Pariaman  (Kelapa)
2 Batam Agro Expo  Guguak Pili  Kab. Agam (Tebu)
3 Sumbar Expo di Bali Surian Permai Kab. Solok  (Kopi)
4. Potensi Temu Usaha di Jakarta Petani ,Kakao, Kopi dan Teh daun Kawa
5 Pestival Kopi dan Kakao di Jakarta Air Dingin Kab. Solok (Kopi)
Inovasi Kab Limapuluh Kota (kakao)
6. Penas tani di Malang Tanjung Subur Kota Payakumbuh (Kakao), Air Dingin Kab Solok (Kopi), Tunas Mandiri Kab.Padang Pariaman (Kelapa), KTNA Tanah datar (Tebu), KTNA Kab Pasbar (Kelapa sawit),


7. PENGHARGAAN TAHUN 2014

- Lulus sertifikasi  Internasional “ Kakao Lestari “ 1 Gapoktan di Sumatera Barat yaitu Gapoktan Luhak Limapuluh Kabupaten Limapuluh Kota yang terdiri dari 6 Kelompok Tani oleh Lembaga Control Union Certifications

- Kelompok tani berprestasi yaitu kelompok tani Padang Manih Sakato Kabulaten Padang Pariaman untuk komoditi Kakao).


Tek foto: Ketua Kelompok Tani Surian Permai Kab. Solok (Edranovid), nomor tiga dari kanan, saat mengikuti Expo Kopi di Seatle USA membawa produk kopi Arabika Sumatera Barat.







Teks foto: Ketua Kelompok Tani Surian Permai Kab. Solok (Edranovid), nomor tiga dari kanan, saat mengikuti Expo Kopi di Seatle USA membawa produk kopi Arabika Sumatera Barat









Teks foto :Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Pimpinan Swisscontact Manfried Borer Indonesia Serta dihadiri beberapa SKPD Provinsi.Sumatera Barat, dan Dinas Perkebunan Kabupaten, Kota dalam diskusi kelanjutan MOU dan Evaluasi pelaksanaan Swisscontact di Sumatera Barat dalam rangka pengembangan Kakao.





Teks foto : 
Bupati Tanah Datar Sadik Pasadigu, bersama Kepala Dinas Perkebunan Sumbar , Ir. Fajarudin dalam acara Penutupan Sekolah Lapang Kakao dan Pemberian  Hadiah kepada pemenang Lomba ketrampilan Kakao.






                                                                                Teks foto :Tim Pencicip Kopi Indonesia sebagai Tim Penilai dalam acara Pestival Kopi Sumatera Barat yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Sumbar, menghadirkan  Kelompok Tani Penghasil Kopi di Sumatera Barat dengan masing-masing Produknya.







Teks foto :Ketua Kelompok Tani Tebu Guguk Pili Kab. Agam, menandatangani MOU dengan Pimpinan Carefure Batam, sebagai pemasok gula tebu saat acara Agro Bisnis Expo di Batam.








Teks foto :Ketua Kelompok Tani Inovasi Kabupaten Limapuluh Kota memberikan penjelasan tentang pengelolaan teknis tanaman kakao di kelompoknya  saat pelaksanaan Sertifikasi lahan kakao kelompok  kepada Pimpinan Tim Control Union Belanda untuk wilayah Indonesia.





Teks foto : Sekolah Lapang Kakao di Desa Tungkal Utara Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman










Telk foto :Pelaksanaan Sekolah Lapang Kopi di areal pertanaman Kopi di Nagari Situjuh Banda Dalam Kec. Situjuh V  Nagari Kabupaten Limapuluh Kota



Post a Comment