Ads (728x90)

PADANGPOS  (Padang) - Konon, Camat Pauh Wardas Tanjung sempat dibawa orang bunian atau makhluk halus yang diyakini warga sebagai penunggu hutan. Kabar itu beredar ketika Wardas melakukan pendakian bersama rombongan Walikota Padang H. Mahyeldi menuju sungai Padang Janiah di hulu Batang Kuranji kawasan hutan Batu Busuak Kecamatan Pauh, Jumat (27/2).

Kronologis hilangnya Camat Pauh ini, dituturkan warga setempat, Rajo Bujang yang turut memandu rombongan Walikota Mahyeldi.

Menurut Rajo Bujang, sesampai di pertemuan dua anak sungai Padang Karuah dan Padang Janiah yang disebut Patamuan, Wardas sudah mendua hati untuk melanjutkan ke hulu. Sebab, jalan menuju hulu, dimana Tim Pembersihan Hulu Sungai berposko, sangat ekstrim.

”Kemudian Pak Camat melanjutkan perjalanan juga karena dimotivasi oleh Kepala BPBD. Tetapi tidak bersama anggota rombongan lain, karena beliau bersama dua orang lainnya memilih berjalan lebih santai,” ujar Rajo Bujang.

Sementara rombongan lain terus berjalan, Camat Wardas dan dua temannya mengikuti dari bekakang.

”Menjelang malam, semua rombongan sudah tiba di posko, namun Pak Camat tidak kelihatan,” ujar Rajo Bujang.
Mursalim, Kabag Humas Kota Padang menambahkan, mengetahui Camat Wardas 'hilang', seketika itu di posko geger. ”Walikota memerintahkan beberapa orang untuk melacaknya. Juga ditanya siapa yang menjadi penanggungjawab Camat Pauh,” kata Mursalim.

Menurutnya setiap pejabat yang ikut dalam ekspedisi itu sudah ditentukan pemandu yang bertanggung jawab.

Ia menambahkan, beberapa orang berupaya melakukan pencarian di tengah gelapnya hutan belantara malam itu. ”Pak Wali sangat mengkhawatirkan Pak Wardas,” imbuhnya.

Setelah lebih dari empat jam, menjelang tengah malam, Camat Wardas dan yang lain termasuk beberapa orang yang diutus, akhirnya muncul di posko.

Begini peuturan Wardas Tanjung, ”Sebelumnya memang agak berat untuk melanjutkan perjalanan, tapi kami paksakan. Lalu entah kenapa kami memilih jalan yang salah. Padahal kami yakin jalan itu sudah jalan yang sering ditempuh orang,” ujarnya.

Setelah berjalan selama hampir dua jam, kata Wardas, belum juga sampai. Seharusnya satu jam perjalanan dari lokasi setelah Patamuan mereka sudah sampai di Posko Pembersihan Hulu Sungai Padang Janiah.

Ia sudah berusaha mencari lokasi yang ada sinyal seluler, menghubungi 'dunia luar'. Setelah menghubungi beberapa orang, akhirnya ia sadar sudah tersasar ke jalan yang salah.

"Kami berbalik ke tempat semula, lalu meminta warga di Patamuan unruk menuntun," ujarnya.
Ia menambahkan, warga tadi mengira Wardas dibawa orang bunian." Entah iya entah tidak, sulit juga saya percaya,” tutupnya.(du/Humas-Padang)

Post a Comment