Ads (728x90)

PADANGPOS (Padang) -- Walikota Padang H. Mahyeldi ingin tukang angkek atau pemanggul barang juga dapat "hidup" di Pasar Raya Padang. Untuk itu becak atau kendaraan bermotor lainnya dilarang masuk ke bagian los pedagang.

Dipasar hendaknya dapat hidup saling ketergantungan, maka itu, kendaraan roda dua dan becak di larang masuk ke dalam pasar, agar para pembeli barang masakan dan sebagainya bisa memanfaatkan tenaga atau jasa tukang angkat di pasar.

"Tukang angkek, pedagang dan kusir bendi harus mau ditertibkan, agar bisa sama - sama cari makan di sini," kata Mahyeldi saat meninjau kawasan Pasar Raya di samping Balaikota Lama, Kamis (26/2).

Sebelumnya, Walikota Padang itu sempat berang lantaran didapati pedagang masih saja menempati lokasi di luar garis yang dibatasi. Ditambah lagi sampah yang terlihat menumpuk di luar kontainer. tak pelak memicu kemurahan Walikota.

"Ini sudah tak benar. cuma untuk menjaga kebersihan lokasi tempat berjualan saja tidak bisa, Cari orang yang bertanggung jawab dengan sampah di pasar ini, bersihkan sekarang juga atau beri sanksi dia," cetus Mahyeldi kepada beberapa pejabat SKPD yang menyertai kunjungan itu.

Ketika melihat banyaknya sepeda motor yang terparkir di dalam los pasar, Mahyeldi kembali memperingatkan agar tidak boleh lagi kendaraan yag masuk ke dalam los pedagang.

"Gunakan jasa tukang angkek. Agar mereka juga dapat rejeki untuk memenuhi kebutuhan hidup, bagi reski itu. Jangan ada lagi kendaraan yang masuk ke dalam pasar," Ujar Walikota (Humas-Padang)

Post a Comment