Ads (728x90)


PADANGPOS, (Jakarta)
Di awal tahun 2015 ini lagi-lagi Kota Padang meraih penghargaan. Kali ini, kota yang dipimpin pasangan Walikota Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Walikota Emzalmi ini diganjar penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penghargaan ini diperoleh berkat bersihnya kualitas udara di Kota Padang.

Penghargaan “Kota Langit Biru 2014” untuk kategori Kota Besar diraih Kota Padang setelah melalui penilaian Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2014 lalu. 

Dengan penghargaan ini, Kota Padang berhak memboyong satu unit sepeda listrik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diserahkan Asisten Deputi Pencemaran Udara dan Sumber Tidak Bergerak, Dasrul Chaniago kepada Walikota Padang diwakili Kepala Bappedalda Kota Padang, Edi Hasymi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta, Selasa (10/3).   

Mendapat kabar Kota Padang terpilih sebagai “Kota Langit Biru” kategori Kota Besar bersama empat kota lainnya (Malang, Pontianak, Balikpapan dan Tangerang Selatan), Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah cukup gembira. “Alhamdulillah setelah dua tahun berturut-turut meraih penghargaan ini, pada tahun ini kita kembali meraihnya,” ujarnya.

Diperolehnya penghargaan ini melalui proses yang cukup panjang. Sebanyak 45 kota di Indonesia dinilai Tim Kementerian LH yang dilakukan pada Juli hingga Agustus 2014 lalu. Sejumlah aspek pun dinilai, hingga akhirnya Kota Padang juga berhak memboyong penghargaan tersebut. “Keberhasilan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak termasuk masyarakat dalam mendukung program-program yang terkait dengan upaya pengendalian pencemaran udara,” ungkap Mahyeldi.

Walikota Mahyeldi menuturkan, hasil penilaian EKUP ini akan berkontribusi dalam mendukung penilaian Adipura nantinya. Terlepas dari itu, pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan dukungannya untuk terus menjaga agar kualitas udara di Kota Padang tetap sehat dan tidak tercemar. “Menjaga kualitas udara melalui kegiatan dan upaya-upaya yang terus menerus serta membudaya tidak hanya akan mendatangkan penghargaan, tetapi juga menjadi wujud nyata baiknya kualitas lingkungan hidup di Kota Padang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Padang, Edi Hasymi menyebut program Langit Biru 2014 yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini merupakan program aksi pengendalian pencemaran udara melalui impelmentasi kegiatan secara terpadu. “Sejak beberapa tahun lalu Kementerian Lingkungan Hidup telah melaksanakan kegiatan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan,” bebernya. 

“Selain meningkatkan kualitas udara kota, program ini juga dapat menjawab tantangan upaya-upaya inovatif untuk program penurunan konsumsi bahan bakar minyak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim dari sektor transportasi,” tambahnya lagi.

Diungkapkan Edi Hasymi, untuk di Kota Padang, Tim Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2014 lalu melakukan penilaian di tiga titik. Ketiga titik itu yakni di Jalan S. Parman (lapangan parkir makam pahlawan), Jalan H. Agus Salim, Sawahan, serta di Jalan By Pass Km 10, Kuranji. Di tiga titik itu dilakukan penilaian fisik yang meliputi uji emisi, pemantauan kinerja lalu lintas, pemantauan kualitas udara ambient, serta pemantauan kualitas bahan bakar.  

Informasi yang diperoleh, penghargaan ini diraih berkat upaya pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi upaya pengendalian pencemaran udara. Dimana di Kota Padang terus dilakukan kegiatan pemantauan kualitas udara yang dilakukan secara berkala dengan dana APBD. 

Selain itu juga adanya upaya pengendalian pencemaran udara yang ditandai dengan data penurunan jenis penyakit yang dominan terkait dengan pencemaran udara. “Upaya kita dalam mereduksi tingkat pencemaran udara dari emisi sumber bergerak serta adanya kepedulian perangkat daerah Kota Padang dalam penganggaran yang berkaitan dengan upaya pengendalian pencemaran udara juga termasuk poin penting sehingga kita meraih penghargaan ini,” jabar Kepala Bappedalda, Edi Hasymi.
Seperti diketahui, saat ini manajemen transportasi di Kota Padang cukup tertata dengan baik

 Diantaranya seperti pengoperasian bus Trans Padang, terdapatnya lokasi “car free day”, penggunaan solar energy untuk traffic light dan lampu jalan, program Area Traffic Control System (ATCS) pada persimpangan rawan macet. Begitu juga dengan meningkatnya upaya penghijauan kota serta terdapatnya kendaraan non motorize transportation (bendi) dan budaya bersepeda di kawasan Pantai Padang. “Ini semua poin-poin aspek non fisik yang sangat berpengaruh dalam meraih penghargaan ini,” terangnya lagi. 

Sebanyak 15 kota terpilih di Indonesia meraih penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Kota penerima penghargaan itu terdiri dari tiga kategori yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar dan Kota Sedang.(tf/cr)

Teks foto: TERIMA-Kepala Bappedalda Kota Padang, Edi Haysmi menerima sepeda listrik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diserahkan Asdep Pencemaran Udara dan Sumber Tidak Bergerak, Dasrul Chaniago, di Jakarta, Selasa (10/3) kemarin. Kota Padang termasuk lima kota besar yang meraih penghargaan Kota Langit Biru 2014 yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (Humas Pemko Padang)  

Post a Comment