Ads (728x90)



PADANGPOS,  (Padang)
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake menginisiasi pertemuan para Gubernur dan Walikota terkemuka di Sumatera dengan pengusaha Amerika yang tergabung pada PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia. Dimana PwC Indonesia ini merupakan bagian dari jaringan global firma penyedia layanan jasa profesional PwC yang menawarkan teknologi.

Kegiatan ini diadakan di PwC Learning Center di Mega Kuningan, Jakarta dan dihadiri oleh Wakil Duta Besar AS Kristen Bauer, Konsul AS untuk Sumatra Y. Robert Ewing, Direktur Departemen Perdagangan AS di Jakarta Rosemary Gallant, Penasehat bagian Sektor Publik dan Smart Cities, PwC Indonesia Malcolm Foo.
Walikota Padang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hervan Bahar mengungkapkan, pada pertemuan ini diselenggarakan Seminar Implementasi Solusi Smart City.

Dijelaskan, Smart Cities adalah sebuah teori kunci termutakhir dalam ilmu tata kota yang mendorong pemakaian teknologi untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan kesejahteraan masyarakat serta, secara bersamaan juga mengurangi pengeluaran.

Smart Cities, menurut Hervan Bahar, meningkatkan inovasi, menghasilkan teknologi, mendorong partisipasi masyarakat dan investasi dalam infrastruktur perkotaan yang memperkaya standar hidup. Juga menyediakan iklim yang positif dalam investasi bisnis, meningkatkan pengelolaan sumber daya serta transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

“Seperti diketahui, perusahaan AS merupakan yang terbaik di dunia dalam bidang solusi Smart City, dan bekerjasama dengan pemerintah di seluruh dunia untuk mengimplementasikan perubahan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk perkotaan,” katanya.

Menurut Hervan, dalam konteks smart city, Kota Padang pada perkembangannya mutakhir ini memerlukan beberapa solusi dalam permasalahan yang dihadapi.

Sebagaimana dijelaskan Dubes AS, Robert Blake, bahwa salah firma sudah membuat aplikasi (apps) Smart City untuk membantu pengaturan pengambilan sampah dan sudah diterapkan di sebuah kota di Indonesia. Sementara firma lainnya telah menciptakan piranti lunak untuk pusat pemantau dalam mengawasi pemberian pelayanan di perkotaan serta dalam menanggapi krisis.

” Inovasi Smart Cities menyediakan teknologi baru yang memungkinkan bagi kita untuk menemukan solusi yang efektif dalam mengatasi berbagai tantangan seperti lalu lintas, perubahan iklim, tata kelola sampah, dan keterbatasan akses ke internet. Perubahan ini akan menghasilkan lapangan pekerjaan dengan tingkat upah yang lebih tinggi serta kemampuan untuk mengambil keuntungan dari pasar global,” kutip Hervan. 

Perencanaan dan kolaborasi antara pemangku kepentingan kota sangatlah penting. Setiap badan dalam birokrasi kota secara tradisional dirancang untuk menjalankan misi khusus.
Oleh karena itu, lanjut Hervan, banyak pemerintah kota yang tidak memiliki cara terstruktur agar badan kota dapat berkolaborasi untuk menjalankan solusi kota yang memerlukan kolaborasi antar badan pemerintah dengan pemangku kepentingan. Baik di kalangan pemerintah maupun konstituen kota yang mencakup warga, universitas, sektor swasta dan nirlaba. 

“Untuk implementasi smart cities di Kota Padang tentunya kita melihat komprehensif terkait permasalahan dan efisiensi dari semua aktifitas dalam menjalankan program – program berkelantjutan. Dan kita lihat perkembangannya lebih lanjut,” pungkas punggawa perencanaan pembangunan kota tersebut.(tf/du)

Post a Comment