Ads (728x90)


PADANGPOS, (Padang),
Progres penataan asset di Dinas Pendidikan Kota Padang yang diharapkan sudah membaik, kenyataannya masih jauh dari harapan. Bahkan tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan penelusuran pun kesulitan karena sebagian besar asset belum terinventarisir dengan baik.

Hal ini diungkapkan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus memimpin apel pagi di kantor Dinas Pendidikan Kota Padang, Senin (30/3).

“Ternyata di Dinas Pendidikan masih sama dengan sebelumnya. Belum ada terobosan berarti yang menunjukkan sebuah perubahan yang lebih baik,” kata Walikota.

Padahal, lanjutnya, Kepala SKPD sudah diminta untuk berkomitmen agar melakukan inovasi. “Saya bahkan sudah pernah menyatakan akan mengganti kepala SKPD yang tidak mampu membuat perubahan di SKPD-nya,” tegas Walikota.

Pada kesempatan ini Mahyeldi juga menyoroti kedisiplinan pegawai. Sejumlah pegawai di SKPD yang mengurus ribuan guru di Kota Padang ini, cukup banyak yang datang terlambat. Bahkan, untuk keseragaman pakaian pun masih terdapat perbedaan warna, seperti pada jilbab dan warna dasar dari seragam Linmas .

“Saya minta untuk segera diseragamkan (warna pakaian),” tegasnya.

Mahyeldi juga menekankan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) khusunya di Dinas Pendidikan agar menjaga soliditas. Sebab, soliditas diperlukan dalam sebuah organisasi supaya dapat mewujudkan kinerja yang lebih baik.

"Jangan sampai dalam satu SKPD terkotak - kotak dan tidak akur antar pimpinan strukturalnya sehingga menghambat program," tukas Mahyeldi. (tf/du)

Post a Comment