Ads (728x90)

PADANGPOS  (Sao Paolo)
MinangkabauNews -- Setelah publik dihebohkan 6 terpidana mati kasus narkoba salahsatunya warga negara Brazil. Kali ini publik juga dihebohkan dengan Kasus seorang perempuan asal Indonesia yang dipenjara di Brasil.

Maria (bukan nama sebenarnya) dipenjara sejak 2013 lalu setelah aparat Brasil menemukan kokain seberat 3,6 kilogram di dalam kopernya saat dia tiba di Bandara Internasional Sao Paulo pada 2012.

Perempuan yang mengaku berprofesi sebagai instruktur tenis itu mengaku datang ke Brasil untuk berwisata. Sebelumnya, dia menghabiskan waktu di Ekuador. Di negara itu, dia menetap di rumah seorang temannya yang belakangan menitipkan sebuah koper.

Atas dasar itu, selama proses persidangan dia menyangkal bahwa dirinya mengetahui membawa narkoba. Meski hakim menyatakan tidak ada indikasi bahwa Maria adalah bagian dari jaringan narkoba internasional, namun pengakuan Maria bahwa dia tidak mengetahui ada narkoba di dalam kopernya diragukan.

Hakim kemudian memvonis Maria bersalah karena membawa narkoba ke Brasil dan menghukumnya enam tahun dan 27 hari di penjara. Pada 2013 dia mengajukan banding agar bisa dipindahkan ke sistem penjara semi terbuka.

Dia kini masih menjalani hukumannya di penjara wanita di Sao Paulo. Setelah itu dia akan diusir dari Brasil �hukuman yang dikenakan bagi narapidana asing dalam kasus narkoba.

Kasus Maria mendapat sorotan setelah warga Brasil bernama Marco Archer Cardoso Moreira, 53 tahun, dieksekusi aparat Indonesia pada pertengahan Januari lalu lantaran kasus narkoba.

Moreira ditangkap pada 2003lalu setelah polisi di bandara Cengkareng menenemukan 13,4 kg kokain yang disembunyikan di dalam peralatan olahraga.

Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia merasa kaget dan menilai hukuman itu kejam. "Hubungan antara kedua negara akan terpengaruh. Duta besar Brasil di Jakarta telah ditarik untuk melakukan konsultasi," kata Rousseff saat itu.

LSM Brazil mengatakan sebagian besar dari 400 tahanan perempuan asing di Sao Paulo merupakan perempuan dengan cerita serupa. Mereka ditangkap atas jual-beli narkoba dan mengaku bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang barang ilegal yang mereka bawa.

Ada pula yang mengatakan menyadari hal itu, namun mereka diancam oleh bandar narkoba atau sangat membutuhkan uang.

Sensus penjara Brasil menemukan ada dua warga Indonesia lainnya ditangkap di negara itu pada tahun 2008 dan 2011, namun keduanya telah diusir dari negara tersebut.

Brasil dan Indonesia tidak memiliki perjanjian bilateral untuk mengekstradisi tahanan. (008

Post a Comment