Ads (728x90)

PADANGPOS,  (Jakarta)
Kopilot pesawat Germanwings, Andreas Lubitz, pernah diobati karena memiliki kecenderungan untuk bunuh diri sebelum mendapatkan izin terbangnya, kata para penyelidik, namun tidak baru-baru ini.

Lubitz, 27 tahun, diduga dengan sengaja menabrakkan pesawatnya di pegunungan Alpen sehingga menewaskan 150 orang yang ada di pesawat.
Para pejabat di Duesseldorf, Jerman, mengatakan sampai saat ini penyelidikan belum menemukan motif apa pun.

Juru bicara untuk penuntut di Dusseldorf, Ralf Herrenbrueck, mengatakan Lubitz mendapatkan pengobatan psikoterapi dengan adanya catatan bahwa ia "memiliki kecenderungan untuk bunuh diri" selama beberapa tahun sebelum menjadi pilot.

Akan tetapi setelah Lubitz mendapatkan izin terbang, tidak ada dokumen yang menunjukkan bahwa ia mendapatkan pengobatan lagi seperti itu.

Herrenbrueck juga mengatakan bahwa, "Tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kopilot akan melakukan apa yang kelihatannya sudah dilakukannya."

Selain itu, kata Herrenbrueck, juga tidak ada apa pun sejauh ini dalam "kehidupan pribadi dan profesional Lubitz yang memungkinkan kami untuk mengatakan apa pun tentang motifnya".
Rekaman data mungkin rusak

Sementara itu, seorang pejabat tinggi Lufthansa memperingatkan bahwa rekaman data penerbangan mungkin sudah terlalu rusak ketika pesawat mengalami tabrakan.
Ketua Dewan Direksi Lufthansa Kay Kratky mengatakan perekam suara itu mungkin tidak mengirimkan sinyal.

Sejauh ini hanya perekam suara di kokpit yang telah ditemukan.
Cuaca buruk telah menghalangi penerbangan helikopter ke tempat kejadian, sehingga memaksa para penyelidik untuk pergi ke sana dengan berjalan kaki.

Sebuah jalan akses ke tempat terpencil itu sedang digali oleh bulldozer untuk memberikan akses bagi kendaraan segala medan ke wilayah itu dan jalan itu mungkin akan selesai hari Senin malam (30/03).
Rute yang lebih baik akan membantu para penyelidik untuk membawa peralatan berat ke tempat kecelakaan.

Jaksa penuntut Prancis Brice Robin mengatakan penemuan korban merupakan prioritas. Sejauh ini DNA dari 80 orang korban telah ditemukan.

Pusat dukungan untuk keluarga para korban dioperasikan dari sebuah hotel di Marseille. Dari tempat itu Germanwings membuat semua rencananya untuk memberikan konseling dan kunjungan ke tempat kecelakaan.

Di Jerman, sebuah satuan tugas beranggotakan 100 orang ditugasi menyelidiki tentang kecelakaan ini. Saat 50 orang polisi menyelidiki soal pembunuhan, sedangkan yang lainnya ditugaskan mendapatkan contoh-contoh DNA untuk membantu mengidentifikasi sisa-sisa jenazah para korban. di kutib dari tribun.

Post a Comment