Ads (728x90)

PADANGPOS, (Jakarta)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengaku kaget dengan adanya buku Pendidikan Agama Islam kelas XI di Jombang yang memuat ajaran garis keras. Peredaran buku yang meresahkan guru dan orangtua murid itu, menurut Anies, hanya berlangsung selama tiga bulan.

Kementerian Pendidikan kala itu belum melakukan verifikasi dengan baik. Atas dasar itu, Anies pada Desember lalu mengirimkan surat perintah penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) ke sekolah-sekolah.

"Jadi, buku ini buku yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kok bisa? Bahkan waktu itu ada yang mengawasi dan mengirimkan surat ke kementerian bahwa buku ini ada masalah substansi. Sementara itu, reviewer malah mengatakan tidak sanggup karena waktunya terlalu mepet. Sekarang kita menyaksikan masalahnya," ujar Anies, saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/3/2015).

Setelah mengeluarkan surat penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013, Anies mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan review atau tinjauan terhadap buku-buku yang diterbitkan kementerian. Menurut Anies, munculnya kasus ini menunjukkan implementasi kurikulum yang terlalu terburu-buru.

"Ini adalah salah satu contoh implementasi (ketika) kurikulum dipercepat. 'Bukunya pokoknya harus jadi'. Kalau agama, banyak orang ingin mengetahui. Coba kalau isinya buku matematika, fisika, kimia. Kalau salah, bagaimana coba?" ujar Anies.
"Itulah kenapa, seperti yang saya katakan, perubahan kurikulum jangan main-main. Sekarang kami review bukunya, kami berikan waktu cukup. Begitu barangnya jadi, kami berikan ke anak-anak," kata dia.
Anies mengatakan, buku-buku yang bermasalah akan ditarik dan ditinjau. Menurut catatan Kemdikbud, setidaknya ada 200 judul buku yang belum rampung untuk diverifikasi, tetapi sudah menjadi pegangan belajar para pelajar. "Ini warisan masalah, kita beresin dengan baik," ujar Anies.

Sebelumnya dikabarkan, para guru agama dan orangtua murid resah karena ajaran radikalisme ala Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS masuk dalam Buku Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA yang beredar di sejumlah sekolah di Jombang.

Menurut halaman 78 buku tersebut, orang yang menyembah selain Allah atau non-Muslim boleh dibunuh. Ajaran tersebut tidak jauh berbeda dengan yang diyakini dan dipraktikkan jaringan ISIS selama ini.

Buku tersebut salah satunya ditemukan di SMA Negeri 1 Jombang, Jawa Timur. Sekolah tersebut menerima buku Buku Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA pekan lalu. Buku tersebut diterbitkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

"Buku yang juga berisi lembar kerja itu sudah kami bagikan kepada siswa," ujar Mukani, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jombang kepada Surya, Kamis (19/3/2015). di kutib dari tribun.

Post a Comment