Ads (728x90)


PADANGPOS, (Padang)
Mulyadi  anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), menyatakan siap maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Pilkada langsung Sumatera Barat  Desember 2015 mendatang.
Beliau anggota  DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar II, bila diminta masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur.

"Saya pada prinsipnya siap maju, jika masyarakat menginginkan saya untuk mencalonkan diri.  Soalnya, Saya sudah melalui Proses Seleksi Calon Gubernur Partai Hanura Sumatera Barat,  biarlah semua berproses"  ujar Mulyadi kepada PadangPos.com, setelah habis penyampaian Visi dan Misi di Depan Panelis seleksi DPD Partai Hanura Sumbar di Padang, Jum’at (27/3).

Demikian juga,"kita bersama tim juga menghimpun sejauh mana masyarakat Sumatera Barat ingin menyetujui pencalonan saya sebagai Gubernur, ujar Mulyadi Politisi Partai Demokrat ini.

Nanti kedepan, kalau masyarakat  Sumatera Barat, cukup besar memberikan dukungan  pencalonan saya sebagai Gubernur, maka saya siap menerima amanah ini. tambah Mulyadi
Penyeleksian yang di ikuti di Partai Hanura  sebagai Proses, berakhir  tanggal 23 Juli 2015 mendatang.

"Saya masih dalam proses pencalonan diri, kalau di lihat dari calon yang lain saya kurang mempromosikan diri, baliho- baliho saya saja masih sedikit terpasang di Sumatera Barat, belum siknifikan, saya masih memantau”.

 Masyarakat tentu memantau, siapa figur-figur pemimpin Sumatera Barat kedepan yang lebih baik, itu sebetulnya, inti pesta demokrasi. Masyarakat yang akan menilai, apa perlu perbaikan ke arah lebih baik dari pemimpin sekarang, kalau masyarakat menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik,  tentu akan memilih pemimpin yang dapat di percayai serta memegang amanah.

 Untuk saat ini,  "saya belum bisa memberikan suatu penilaian terhadap kepemimpinan Sumbar sekarang, biar masyarakat yang menilai. Di samping saya  menghimpun aspirasi masyarakat sumbar " . Ujar Mulyadi.

Lebih Jauh Mulyadi katakana  anggaran dana Sumatera Barat sangat terbatas, padahal impian kita sangat besar. Ibaratnya kita mau beli merci yang harga Rp. 2,5 Milyar,  padahal kita hanya punya uang Rp. 500 juta, masyarakat maunya mobil Mercy. Bagaimana caranya untuk meningkat pendapatan Sumatera Barat, serta menghimpun sumber dana dari tempat lain.


Mulyadi sedikit menyinggung seseorang kepemimpinan, tidak boleh tersandera oleh kepentingan Partai dan kelompok atau kelompok, yang harus di dahulukan kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara. Ujarnya mengakhiri.( tf/Ch)

Post a Comment