Ads (728x90)

PADANGPOS, Pontianak)

Sudah tiga bulan ini, Panglima Perang Dayak Kalbar, Edi Barau terbaring sakit. Berdasarkan hasil endroskopi dokter RSUD dr Soedarso, Edi Barau dinyatakan terkena kanker tenggorokan.

"Saya sakit sejak tiga bulan terakhir, tapi beberapa hari ini kian parah. Saya hanya bisa baring dan duduk hanya sebentar-sebentar saja," ujarnya saat Tribunpontianak.co.id berkunjung ke kediamannya di Rumah Betang Pontianak, Sabtu (24/1/2015).

Akibatnya, tubuh Edi Barau yang dulunya gagah perkasa, kini bobotnya semakin susut.
Ia menceritakan, sebelum terserang kanker, berat badannya 78 kilogram. Namun kini turun drastis tinggal 50 kilogram saja. Tampak kulit yang menyelimuti tubuh panglima ini mengeriput. Tulang ditubuhnya kian menonjol.

Berdasarkan rekomendasi dokter, ia disarankan operasi di rumah sakit di Kuching Malaysia. Namun sayang lantaran biaya untuk operasi tidak ada, rekomendasi tersebut hingga kini harus diabaikan.
Saat ini ia hanya melakukan terapi di salah satu pusat pengobatan herbal khusus kanker di Kota Pontianak.

Untuk biaya terapi beserta obatnya, Edi Barau menghabiskan biaya hingga Rp 3 juta yang didapatnya dari para dermawan, rekan dan kerabatnya. Biaya sebesar itu dibutuhkannya untuk masa 15 hari saja.

Post a Comment