Ads (728x90)


Wakil Walikota Padang, Ir. H. Emzalmi, M.Si 
PADANGPOS  (Padang)
Memudarnya pemahaman adat dan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda Kota Padang menjadi kerisauan tersendiri para ninik mamak. Terutama karena semakin minimnya regenarasi pemangku fungsional adat yang dapat berperan sebagai pelestari adat dan budaya itu sendiri.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Padang H. Emzalmi Tan Bagindo
saat membuka kegiatan Pembinaan Pemangku Fungsional Adat di Gedung Genta Budaya, Senin (9/3).

Menurut Wawako Emzalmi , salah satu usaha Pemko Padang untuk menciptakan Kota Padang yang religius dan berbudaya adalah dengan melakukan kegiatan peningkatan pengetahuan dasar nilai - nilai adat dan kajian seni budaya Minangkabau bagi anak nagari.

"Untuk menghindari hilangnya adat dan budaya kita seiring perkembangan zaman, maka perhatian terhadap kelestariannya harus dengan maksimal kita berikan," ujar Emzalmi.

Selain, pembinaan yang dilakukan melalui dinas terkait, penguatan muatan lokal dalam pendidikan Budaya Alam Minangkabau (BAM) juga sebagai bentuk upaya dalam melestarikan adat dan budaya tersebut. "Disamping itu dibutuhkan peran ninik mamak yang lebih aktif dalam membimbing anak kemenakan agar memiliki kecintaan terhadap budayanya sendiri," Ujar  Wawako.

Dalam kegiatan yang dihadiri Muspida, para ninik mamak dan generasi muda ini, Wawako menekankan, ninik mamak pun perlu mempersiapkan generasi untuk pewaris pemangku fungsional dengan  musyawarah dan melalui langkah - langkah kongkrit berkelanjutan.

"Dengan demikian, akan dihasilkan generasi yang mumpuni dalam menjalankan fungsi - fungsi adat, sekaligus generasi yang peduli dengan kelestarian adat budaya," 

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang Zainuddin Husin Datuk Rajo Lenggang menyampaikan keprihatinannya terhadap tergerusnya nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat Kota Padang. 

Hal itu diindikasikan rendahnya implementasi nilai - nilai yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau, seperti kejujuran, hormat, bersih, adil, tepat waktu dan lain sebagainya.

"Saya berharap dari pembinaan - pembinaan yang dilakukan, pemahaman terhadap nilai - nilai dalam adat dan budaya Minangkabau kembali dipahami dan tercermin dalam sikap," ujarnya.


Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang khusunya Bidang Seni dan Budaya.(tf)

Post a Comment