Ads (728x90)

                                                                                                         PADANGPOS, (Jakarta)
Aksi penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Australia dan Selandia Baru dinilai merupakan hal biasa. Bahkan, saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin, penyadapan tersebut juga terjadi.

"Penyadapan ini bukan hal yang pertama, dulu Presiden (Susilo Bambang Yudoyono) pun disadap, saya disadap juga oleh Australia," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).

Menurut JK, dengan kemajuan teknologi penyadapan bisa dilakukan dengan mudah dari mana saja. Bahkan dari luar negeri pun, percakapan yang terjadi di Indonesia bisa disadap.

Pemerintah pun lanjut JK sulit untuk meningkatkan sistem keamanan komunikasi di Indonesia, untuk mengantisipasi aksi-aksi penyadapan ke depannya.

"Sistem kita kuat, ya mereka lebih kuat lagi tekniknya. Frekuensi itu kan terbuka sekali, apalagi kalau dia masuk ke sistem operator ya mudah sekarang," kata JK.

JK pun menyarankan untuk meminimalisir terjadinya penyadapan agar informasi-informasi penting yang bersifat rahasia, tidak dikomunikasikan via telepon.

"Hati-hati bicaralah kalau di telepon, kalau perlu ya bertemu langsung," ujarnya.

Post a Comment