Ads (728x90)



PADANGPOS   (Padang)
Setelah berjalan kaki ke hulu Sungai Batu Busuak beberapa waktu lalu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharulah kembali menjadi backpaker (pejalan kaki) menempuh rute menanjak ke Pantai Air Manis, Minggu (8/3).

Didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Dian Fakri, Camat Padang Selatan Yefri serta beberapa orang staf,

Mahyeldi memulai perjalanan dari SMAN 6 di Mato Aia pada pukul 6.00 WIB. Perjalanan menuju objek wisata yang dikenal dengan Batu Malin Kundang itu berhasil ditempuh selama 75 menit.

Disamping berolah raga, perjalanan menempuh lebih kurang 6 kilometer ini dilakukan Mahyeldi terkait rencana relokasi pemindahan PKL di sekitar Batu Malin Kundang.

Di Pantai Air Manis, Walikota yang tidak terlihat lelah itu langsung mengecek toilet umum yang dikelola Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW). Juga memberikan arahan tentang kebersihan toilet dan pengelolaan sampah.

Sedangkan kepada pedagang di sekitar kawasan Batu Malin Kundang, Walikota menyampaikan rencana pemindahan pedagang ke lokasi yang agak jauh dari batu. Tujuannya, mengembalikan kondisi Batu Malin Kundang seperti semula, yaitu seperti kapal yang sedang bersandar di muara sungai.

"Jadi aliran sungai yang sekarang tertutup pasir kita hidupkan lagi. Oleh karena itu PKL yang berada di atasnya harus kita pindahka agar tidak terganggu dengan pengerjaan yang segera diakukan,” kata Mahyeldi.

Menurut Wako, jika sungai yang saat ini sudah ditutup pasir itu dihidupkan kembali maka dengan sendirinya air sungai akan menggerus pasir yang menutupi sebagian batu legendaris tersebut.
" Batu Malin Kundang akan kembali seperti dulu. Wisatawan pun akan ramai ke sini," ujarnya.

Warga pedagang menyambut baik rencana tersebut, mereka bersedia untuk dipindahkan.
Dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, Dian Fakri, saat ini sesang dilakukan negosiasi dengan pemilik tanah untuk memakai lahan kosong guna pemindahan pedagang tersebut.

"Kita telah merencanakan merelokasi 30 PKL tersebut ke pinggir jalan dekat simpang menuju Teluk Bayur di atas tanah masyarakat seluas 7 x 50 meter. Saat ini, Camat Padang Selatan sedang berupaya bernegosiasi dengan pemilik tanah untuk memakai tanah kosong tersebut. Jika berhasil minggu ini langsung akan dikerjakan kontraktor," terang Dian.

Adapun ukuran lapak-lapak PKL di tempat yang baru ini akan direncanakan seragam dengan ukuran 2, 44 m x 2, 44 m. Posisinya berhadap-hadapan dengan selasar di tengah yang berukuran 2m. Jadi lebar bangunan 6,88m x 36,6m.

Sedangkan, pohon - pohon yang besar si lokasi relokasi tidak akan ditebang."jelas Dian.
Untuk pembiayaannya, Dian menjelaskan, bukan berasal dari APBD. Pihak Pemko sudah punya penyandang dana.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk merelokasi PKL ini lebih kurang 260 juta. Masing Rp. 100 juta dari Sinar Pagi Sport Club, dan Rp. 100 juta dari PT Dempo," katanya.

Walaupun masih kurang sekitar Rp. 60 juta lagi, tapi pengerjaan tetap akan dilaksanakan ketika pemilik tanah sudah bersedia.

"Insya Allah sebelum kedatangan para Walikota se Sumatera pada Muskomwil I Apeksi pada 24 April 2015 ini sudah selesai," terang Dian.(du/tf)

Post a Comment