Ads (728x90)

                                                                                                        PADANGPOS  (Padang)
Panglima TNI Moeldoko mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi untuk pengamanan eksekusi Bali Nine dari rongrongan pihak asing. Namun untuk pelaksanaan eksekusi dan pengamanan standar terkait hukuman mati, masih dipegang kendali oleh Polri.

"Pengamanan secara standar oleh kepolisian tetapi ada hal-hal yang kami siapkan dari TNI untuk mengantisipasi di luar standar itu," kata Moeldoko usai Rapim TNI-Polri di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (3/3).

Dia menjelaskan jika menjelang eksekusi mati warga Australia terpidana anggota Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, kedaulatan Indonesia terganggu. Maka TNI tak segan-segan untuk mengerahkan pasukan.

"Kalau pengamanan standar polisi yang maju kalau sudah jalannya mengganggu kedaulatan, TNI turun. TNI turun harus disiapkan dong. Jangan sudah terjadi sesuatu terlambat," ujarnya.

Terpidana mati anggota Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan akan menjalani hukuman eksekusi di Lapas Nusakambangan pada bulan Maret. Kepala pusat penerangan TNI Mayjen M Fuad Basya mengaku siap mengawal persiapan eksekusi hukuman mati warga Australia Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

"Jika diperlukan pokoknya apapun yang kami miliki akan dikerahkan," kata Fuad di sela-sela acara Rapim TNI-Polri di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (3/3).

Dia mengatakan, pengerahan Sukhoi di Bali untuk pengawalan keamanan menjelang eksekusi mati tersebut. Namun tak terlibat langsung dalam proses persiapan eksekusi yang dilakukan Kemenkumhan dan Kejaksaan.

"Di lapangan tidak akan secara langsung, hanya yang terlibat tiga institusi Polri, Kejaksaan dan Kemenkumham," jelasnya.  di Kutip dari  Merdeka.com

Post a Comment