Ads (728x90)

                                                                                                        PADANGPOS (Padang)

Usai wawancara dengan media televisi (tv) nasional dan sholat Dzuhur berjamaah, Walikota Padang H Mahyeldi Ansharullah bersama istri dan didamping Kepala Bagian Humas dan Protokoler serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, makan 'lamak' dengan awak media.

"Saya ingin mentraktir teman-teman awak media," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat ini, sembari mengajak awak media menuju sebuah 'Lapau Nasi' di seputaran Komplek Balaikota Aia Pacah, Rabu siang (4/3/2015). Diantara awak media yang hadir terdiri dari media cetak, tv, dan portal berita.

Suasana berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Segala bentuk kebekuan mencair dan berubah menjadi cerita yang diselingi humor. Masing-masing awak media yang hadir menceritakan persoalan yang ada ditengah-tengah masyarakat. Sampai-sampai persoalan kehidupan pribadi mereka pun diceritakan.

Wako pun tak mau kalah. Ia bercerita tentang perjalanan hidupnya, mulai dari masa kanak-kanak sampai sukses dan diberi kepercayaan oleh warga kota memimpin Kota Padang.

"Saya berasal dari keluarga yang terbilang kurang mampu. Ayah saya berkuli untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saya pun harus hidup seadanya, bahkan makan cukup dengan cabe yang digiling, terkadang ada garam, terkadang makan cabe saja," kenang Mahyeldi.

Pernah hidup susah, mungkin itulah yang menyebabkan pemimpin Kota Padang ini melihat persoalan rakyat dengan mata hati rakyat. Ia turun ke tengah-tengah masyarakat, seperti orang kebanyakan. Ia selami kehidupan rakyat 'badarai' dan kemudian dicarikan solusinya. Salah satu program unggulannya yang disenangi rakyat adalah program bedah rumah tak layak huni, bekerjasama dengan Baznas Kota Padang. (by/taf)

Post a Comment