Ads (728x90)

Wako, Wawako dan Sekda Kota Padang  sedang mendengar penjelasan
perencanaan objek Wisata Malin Kundang oleh Kepala PU Padang 
PADANGPOS,   (Padang)
Penataan lapak pedagang di sekitar Batu Malin Kundang di Objek Wisata Pantai Air Manis yang semula dianggap pelik lantaran warga bertahan, ternyata dapat juga dilaksanakan. 

Bahkan warga pedagang mendukung penataan tersebut setelah Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Walikota Emzalmi, di dampingi Sekda Nasir Ahmad, langsung menemui warga, Sabtu (14/3).

Menurut Mahyeldi, pada umumnya warga sangat mendukung, namun alasan mereka masih bertahan sesederhana saja, yaitu tentang kejelasan dimana dan bagaimana usaha mereka selanjutnya.

" Pedagang tak minta macam - macam yang penting bagaimana kita bisa memberi penjelasan tentang itikat baik pemerintah, bahwa penataan yang dilakukan justru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di sini," kata Walikota usai menemui warga pedagang di sekitar Batu Malin Kundang.

Anggota DPRD Komisi IV 
Setelah bertemu dengan ninik mamak dan pemuka masyarakat setempat, ulas Mahyeldi, maka lapak pedagang yang menutupi relief pada dinding bukit, bersedia dipindahkan ke tempat yang telah disediakan di lahan kosong sebelah timur.

"Anggaran untuk pembangunan lapak - lapak di tempat relokasi sudah ada sekitar Rp. 200 juta yang berasal dari pihak swasta," ungkap Mahyeldi.

Dalam kesempatan ini, Walikota Mahyeldi membantu lima orang pedagang maaing - masing Rp. 500 ribu untuk pemindahan lapaknya yang menempati lokasi pengerukan di muara sungai.
Lokasi Batu Malin Kundang
Pengerukan terhadap Batu Malin Kundang yang tertimbun sedimen pasir sudah berlangsung sejak Jumat (13/3) kemarin. Dengan mengeruk sedimen menggunakan satu unit eskavator maka hasilnya, dinding kapal "si anak durhaka" yang konon dikutuk oleh ibunya menjadi batu itu sudah terlihat kembali.
”Pengerukan ini dilakukan hingga kondisi kapal tersebut persis seperti semula layaknya sebuah kapal yang terdampar di muara pantai," sebut Mahyeldi.

Mahyeldi mengaku optimis, jika penataan pedagang dan pengerukan batu selesai dilakukan, objek ini akan lebih menarik.

”Dampaknya tentu akan meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke akariulhardi ZPadang sehingga perekonomian masyarakat lebih hidup," imbuhnya.

Wawako bersama Wadnalatamal Teluk bayur dan Sekda Padang
Disamping itu, Anggota DPRD Kota Padang  Komisi IV  di Pimpin langsung  Zulhardi Zakaria Latif bersama rombongan ikut berperan aktif lakukan Goro bersama,  Dan Latamal II Teluk Bayur , Kepala SKPD di lingkungan Pemko Padang dan masyarakat Air Manis. Rabu, (18/3).

Zulhardi katakan, lokasi Batu Malin Kundang  sangat perlu di perbaiki segera karena tempat ini sangat di kenal banyak orang di Nusantara bahkan di pelosok dunia. Jadi kita tidak boleh mengabaikan lokasi objek wisata ini, “ dengan sebut Nama Batu Malin Kundang,” orang akan ingat Kota Padang,”ujarnya.

Selanjutnya, Wadan Lantamal II Teluk Bayur Kolonel Marinir Widhy  S  memberikan dukungan  dan motivasi dengan mengajak seluruh anggota TNI. AL  ikut berperan aktif dalam memperindah dan memparancak lokasi objek wisata Malin Kundang.

Kerangka Kapal Malin Kundang sudah kelihatan.
Di samping itu, soal keamanan jelas kita akan bantu  Kepolisian yang punya wewenang sepenuhnya untuk menertibkan dan memberikan rasa nyaman kepada setiap para wisatawan yang berkunjung di Pantai Air Manis, Ujar Widhy, S.

Dalam kesempatan itu,  Mawan (61) sesepuh masyarakat di Pantai Aia Manih mengungkapkan, masyarakat Pantai Aia Manih saat ini kehidupannya memang tergantung dari berdagang. Sebab, mata pencaharian nelayan yang digeluti selama ini, sudah tak bisa diandalkan.


"Tantu ka pamarintah kami baharok, Pak. Supayo tampek kami ko diparancak. Kalau rancak, banyak urang tibo, iduik pulo kami," tutur Mawan yang biasa nyambi sebagai tukang foto.(tf/du)

Post a Comment