Ads (728x90)

PADANGPOS,  (Padang)
Anggota DPRD Kota Padang yang tergabung di Panitia Khusus ( Pansus) III yang bertugas membahas ranperda tentang Irigasi melakukan kunjungan kerja ke PT Gunung Naga Mas perusahan air mineral AYIA di jalan Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukik Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis ( 2/4).

"PT .Gunung Gunung Mas baru berdiri enam bulan ini dan kami dari dewan perlu mengetahui dari mana sumber air, dan bagaimana system pengolahannya, sehingga kami di  di Pansus III paham dan mengerti, makanya kami kunker, ’’ kata Surya Jufri Bitel, Ketua Pansus III yang membahas Ranperda Irigasi yang diajukan Pemko Padang.

Menurut Surya Jufri Bitel, ranperda yang diajukan Pemko Padang itu sangat penting untuk dibahas dan dijadikan perda. "Soalnya, ranperda itu untuk mengatisipasi konflik diantara masyarakat yang mempergunakan air, termasuk air  irigasi," kata politisi ini.
Sementara General Manager PT. Gunung Mas,  Aldifa yang membawahi perusahan air meneral AYIA mengaskan, perusahaannya mengunankan air dari dalam tanah (sumur bor) dengan ke dalama 100 meter. "Sebelumnya kita telah melakukan kajian mendalam, yang pasti kita tidak memakai air irigasi atau air permukaan tanah maupun dari sungai, ‘’jelasnya.

Menurut Aldifa, PT. Gunung Naga Mas telah memiliki izin, baik itu izin Amdal, SIUP, SITU .HO bahkan izin dari Dinas Pertambangan Sumbar juga telah dimiliki. "Saya sangat mendukung sekali dengan adanya Perda Irigasi,  sebab ini diperlukan sebagai landasan hukum yang  kuat bagi pengelolan air irigasi," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas PU kota Padang Muswendry Evytes mengatakan, pengelolaan air bawah tanah yang dipergunakan oleh perusahan air mineral hendaknya punya kajian yang mendalam, sebab apabila terjadi musim kemarau dan air yang di bor tidak ada, tentu hal ini akan berdampak terhadap perusahaan tersebut. "Jika itu terjadi sangat di sayangkan tentu perusahan tak dapat pasokan  air lagi dan akan dikemanakan pekerjanya yang mencapai ratusan orang itu dan kita berharap pihak PT. Gunung Naga Mas akan mencarikan solusi lain sehingga apa yang telah diinvestasikan di daerah ini dapat berjalan dengan baik, ‘’katanya.
Sementara anggota pansus,  Emmu Azamri menyinggung berapa buah armada truk foso dan lainnya yang keluar masuk ke perusahaan ini dan mempertanyakan izin dari Dinas Perhubungan dan instansi lainnya. "Ternyata, PT Gunung Mas belum mempunyai izin dari dinas perhubungan dan tetapi mereka berjanji akan melangkapi segala izin," katanya.

Sementara itu Faisal Nasir yang juga anggota Pansus III menegaskan, petani dan beberapa usaha yang mengunakan air atau pemakai air dan penerima manfaat irigasi hendaknya mampu melaksanakan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi secara efektif dan efisien.
Selain itu, kata Faisal Nasir, melihat perlu adanya peningkatan alih fungsi lahan beririgasi ke non¬irigasi. "Saya melihat masih lemahnya kapasitas kelembagaan pengelolaan irigasi serta lemahnya ketersediaan data dan informasi dalam mendukung pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi nampaknya akan menjadi masalah yang mesti dituntaskan dalam ranperda ini," kata politisi ini.

Sedangkan Amrizal Hadi mengatakan, penggelolaan irigasi yang di manfaatkan oleh petambak ikan dan sejinisnya hendaknya perlu dikaji ulang, sebab di dalam bab renperda irigasi tidak memasukan pengusaha tambak dalam mengelola irigasi. "Kita menginginkan air irigasi yang mengaliri ke tambak- tambak tersebut hendaknya dapat di alirkan lagi ke aliran irigasi hilirnya,

Sehingga pungsi Irigasi tetap bisa dipergunakan dan dapat mengaliri persawahan dan lainnya,’’pintanya.

Dalam Kunjungan Kerja Pansus III tentang ranperda Irigasi selain ketua Pansus Surya Jufri Bitel , juga hadir anggota Pansus III tentang Ranperda Irigasi seperti Emmu Azamri, Amrizal Hadi, Hardison, Faisal Nasir, selain itu turut hadir Kadis PU kota Padang Muswendry Evytes , Kabag Pengairan PSAD Padang Herman. Kadis perkebunan, peternakan dan kehutan kota Padang Heryanto Rustam dan staf DPRD kota Padang. ( yos )

Post a Comment