Ads (728x90)

PADANGPOS .COM,
Presiden Barack Obama menegaskan kepada Israel bahwa Amerika Serikat tetap menjadi pendukung terkuatnya di tengah kekhawatiran Israel terkait garis besar kesepakatan minggu lalu tentang program nuklir Iran.

Obama mengatakan, Iran dan negara di kawasan tersebut harus memahami "jika siapa pun yang mengganggu Israel, Amerika akan membela Israel".

Para pengecam menuduh Obama terlalu memberikan kelonggaran kepada Iran dan membahayakan keamanan Israel.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, secara tegas, Obama menyangkal hal tersebut.

"Saya akan memandangnya sebagai kegagalan saya, kegagalan mendasar kepresidenan saya, jika di bawah saya, atau akibat pekerjaan saya, Israel menjadi lebih rentan," katanya.
Obama mengatakan bahwa dia memahami kekhawatiran yang disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pengecam keras kesepakatan tersebut, di samping kelompok Republik di Kongres AS.

Dia mengatakan, Israel "sama sekali berhak untuk mengkhawatirkan Iran", sebuah negara yang mengancam "akan menghancurkan Israel, menolak terjadinya Holocaust, dan menyatakan pemikiran anti-Yahudi".

Namun, Obama menegaskan, kesepakatan pendahuluan dengan Iran, pendahuluan dari persetujuan menyeluruh, yang dijadwalkan disepakati sebelum tanggal 30 Juni, adalah suatu "suatu kesempatan langka" untuk mencegah penyebaran senjata nuklir di Timur Tengah. di kutib dari tribun.

Post a Comment