Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Jakarta),   PT Pertamina mulai bulan depan secara bertahap akan menghilangkan atau menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, khususnya di kota besar di Indonesia. Kebijakan ini diterapkan agar masyarakat secara perlahan bisa beralih dari Premium yang merupakan bahan bakar beroktan rendah.

"Premium hanya ada di SPBU pinggiran kota dan untuk angkot, mikrolet, dan lain lain. SPBU tengah kota tidak jual lagi Premium," ucap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (16/4)

Abe panggilan akrabnya mengatakan, Pertamina akan membuat satu jenis BBM dengan kualitas di atas Premium tapi masih di bawah Pertamax. Hal ini dilakukan agar masyarakat mempunyai pilihan dalam mengisi bahan bakar selain Pertamax.

"Memberi pilihan ke masyarakat serta transisi dari Premium ke yang lebih baik sebelum ke RON 92 (Pertamax)," katanya.

Mengingatkan saja, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dulu pernah berencana akan membuat satu jenis bahan bakar di atas Premium yaitu Premix.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo kala itu mengusulkan adanya bahan bakar Premix (premium dan pertamax) yang beroktan 90 (RON 90) agar mobil-mobil kelas mewah tidak menggunakan BBM bersubsidi.

"Kan, ada orang berpikir, mau pakai BBM non subsidi tapi harganya terlalu tinggi, tapi kalau pakai BBM bersubsidi tidak tega makan subsidinya terlalu besar, maka kenapa kita tidak memberikan pilihan di tengah, yakni campuran antara BBM bersubsidi dan non subsidi, harganya di tengah," ujarnya yang ditemui di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Rabu (4/4).

Widjajono mengatakan ide untuk membuat satu bahan bakar yakni Premix yang memiliki RON 90 yang harganya mungkin bisa Rp 7.200 per liter di saat itu.

"Pembakarannya baik, harganya tidak terlalu mahal, tapi negara tetap subsidi, tapi subsidinya lebih kecil dibandingkan subsidi Premium," jelasnya.

Post a Comment