Ads (728x90)

PADANGPOS,  (Padang),
Sebagai putra daerah dan direktur PT Alam Persada Mandiri, Rosman Muchtar melaporkan Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit ke Ombusdman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Alasannya melaporkan,  karena Bupati Pessel Nasrul Abit menolak mengeluarkan izin prinsip pembangunan PLTM IV Nagari Bayang Utara, sejak lima tahun lalu tanpa alasan yang jelas dan yang sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah.

“Saya terpaksa melaporkan bupati ke Ombudman, karena bupati tidak mendukung putra daerah dalam membangun daerahnya,” kata Rosman kepada Tabloid Bijak, minggu lalu.

Menurut Rosman, dirinya putra daerah yang berdomisili di Kota Padang dan berusaha dalam bidang Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). “Bahkan, saya telah melakukan beberapa kegiatan di diluar provinsi Sumatera Barat, dan hasilnya sudah ada yang beroperasi,” katanya.

Kemudian, kata Rosman, melihat geografis yang ada di kampungnya di kenagarian Puluik-Puluik Kecamatan IV Nagari Bayang Utara Kabupaten Pesisir selatan, yang dialiri oleh sungai Batang Bayang yang debit airnya cukup memadai untuk di bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM). “Untuk itu saya ingin membangun kampung sendiri agar masyarakat yang berada di kampung saya dapat menikmatinya, karena selama ini lampu sering hidup mati,” tegas pengusaha ini.

Padahal saat mengajukan izin prinsip tersebut, kata Rosman, dirinya melengkapi dengan semua persyaratan termasuk hasil survey. Bahkan, survey atau Pra Fasibility Stady yang dilakukan dengan melibatkan, tenaga ahli yang ada di perusahaan. “Dari kajian tenaga ahli tersbut, disimpulkan, bahwa dapat dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang berpotensi + 2 x 5.191 MW,” katanya lagi.

Kepada Ombudsman, kata Rosman, dirinya mengharpkan agar Bupati Kabupaten Pesisir Selatan diproses secara hokum atas kesalahan prosedur dalam menerbitkan /memberikan Izin prinsip kepada pihak perusahaan lain. Soanya, sebelum perizinan ini diterbitkan oleh pejabat yang berwenang harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat terutama sekali persetujuan ninik mamak, Bamus, Ketua KAN, Bundo Kanduang dan masyarakat pemilik tanah.

Sedangkan Kepada Kepala Dinas Kehutanan, Energi dan ESDM dan Kepala Kantor KPMP2T Kabupaten Pesisir Selatan, Ombudsman, harum memberikan saksi kedisplinan karena kurangnya pelayanan terhadap masyarakat dan tidak tepatnya waktu dalam memproses perizinan yang diajukan oleh masyarakat.

Setelah itu, tambah Rosman, dirinya meminta kepada Ombudsman agar Bupati Pessel, membatalkan Izin Prinsip PT. Multi Energi Dinamika, karena salah satu persyaratan untuk mendapatkan izin prinsip harus terlebih dahulu mendapat dukungan atau persetujuan dari masyarakat setempat. ‘Secara fakta pun, masa berlaku izin prinsip dan perpanjangannya sudah bertentangan dengan peraturan perundang undangan yang ada,” tegas putra Pessel yang vokal ini.

Berdasarkan data lapangan yang dimilikinya, kata Rosman, semenjak Bulan April 2011 sampai saat ini perusahaan yang diberikan izin belum pernah melakukan kegiatan apapun dilapangan. “Seharusnya 1 tahun pertama yang bersangkutan harus melakukan aktifitas dilapangan dan baru bias dapat diperpanjang I selama 6 bulan Saya dapat mengetahui masa berlaku izin ini sampai 2016, karena dituliskan dalam surat dan perpanjangan ke II selama 6 bulan lagi,” ujarnya.

Akibat izin tersebut, lanjut Rosman, Kepala Kantor KPMP2T menolak permohonannya dengan dalih masih berlakunya Izin Prinsip PT. Multi Energi sampai Tahun 2016, denga Nomor Surat : 570/008/PPP/KPMP2T-PS/V?2014 tanggal 7 Mei 2014 .

Padahal, kata Rosman, perpanjangan Izin Prinsip yang diberikan Bupati Kabupaten Pesisir Selatan sudah bertentangan dengan hokum, karena PT. Multi Energi Dinamika sudah memegang izin prinsip selama 5 tahun tanpa melakukan aktifitas apapun.

”Persetujuan Perpanjangan Izin Prinsip PT. Multi Energi Dinamika dapat disetujui perpanjangannya disebabkan adanya kedekatan secara pribadi antara pemilik perusahaan dengan Bupati Kabupaten Pesisir Selatan dan harapan saya, semoga  izin prinsip ini diterbitkan atas nama perusahaan yang saya pimpin yaitu PT ALAM PERSADA MANDIRI, dan saat ini sudah bekerja sama dengan perusahaan yang sudah professional dakam bidang PLTM,dan sudah membangun dibeberapa lokasi diluar Propinsi Sumatera Barat. (PRB) dikutib dari Bijak.com.

Post a Comment