Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Padang)
 Sebagai kecamatan yang terletak di kawasan perekonomian di Kota Padang, tentunya Kecamatan Padang Barat memiliki sejumlah persoalan. Utamanya masalah infrastruktur dan sosial kemasyarakatan. Karena itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah meminta agar setiap kelurahan di Kecamatan Padang Barat memiliki peta permasalahan di daerah masing-masing.

Hal ini ditekankan Walikota Mahyeldi Ansharullah saat temu ramah dan berdialog dengan seluruh lurah di Kecamatan Padang Barat, Kamis (9/4) kemarin. “Setiap kelurahan mesti ada peta permasalahan,” kata Wako di depan seluruh lurah yang hadir di Aula Kantor Camat Padang Barat.

Dalam temu ramah tersebut, Wako menyebut dengan adanya peta permasalahan, seluruh lurah akan dengan mudah mengetahui setiap titik dan sudut daerahnya sendiri. Sehingga dengan bantuan peta itu, setiap permasalahan akan dapat ditangani.”Dengan adanya peta nantinya seluruh persoalan akan mudah terpecahkan, seperti masalah infrastruktur, riol dan drainase, serta masalah sosial di kelurahan,” kata Wako.

Selain itu Wako juga mengajak seluruh lurah untuk menguasai daerah masing-masing dan menunjukkan kinerja yang baik. “Mari laksanakan tugas baik-baik dan tunjukkan prestasi,” imbaunya. 

Sebagai daerah dengan perputaran perekonomian yang cukup kencang dibanding daerah lain, di Kecamatan Padang Barat terdapat usaha masyarakat seperti kafe, karaoke, kedai dan lainnya. Kafe dan kedai menjamur di mana-mana diantaranya di kawasan Pantai Padang, Pondok, dan lainnya. 

Untuk itu, Wako meminta agar camat dan lurah menginventarisir setiap pedagang yang berjualan.
Terpisah, Camat Padang Barat, Arfian mengatakan saat ini setiap kelurahan telah memiliki peta permasalahan. Sehingga masing-masing lurah dapat dengan mudah mengetahui setiap permasalahan yang terjadi. “Alhamdulillah di sepuluh kelurahan sudah memiliki peta dan setiap permasalahan tersebut sudah terpetakan,” katanya.

Untuk inventarisir pedagang yang ‘menggalas’ di sejumlah titik di kawasan Kecamatahn Padang Barat, Camat Arfian beserta perangkat Muspika telah memanggil seluruh pengusahan kafe dan karaoke untuk mengurus izin usahanya. “Kita sudah panggil seluruh pengusaha kafe dan karaoke untuk mengurus izin. Apabila nanti izin sudah terbit kita dapat memonitor jam operasional kafe dan karaoke tersebut,” ulasnya Arfian. 

Di sisi lain, Camat Arfian menyebut bahwa Kecamatan Padang Barat akan terus menggelar gotong royong massal. April ini, goro akan dilakukan di Kampung Jao dengan mengambil lokasi dari jalan Permindo hingga Belakang Olo. “Goro akan kita lakukan 25 April nanti dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat,” katanya.(tf/ch
)

Post a Comment