Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,   (Jakarta),    
Konflik Partai Golkar yang tidak kunjung selesai dapat menguntungkan partai lain menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto.

Salah satu yang jelas dirasakan saat ini, adalah kader Partai Golkar kesulitan ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kepada wartawan di komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2015), Putri mendiang Presiden Ke-2 RI, Soeharto itu juga menyebut keuntungan yang didapat saingan Partai Golkar, adalah larinya dukungan dari partai berlambang pohon Beringin itu ke partai saingan.

Mantan istri Prabowo Subianto Djojohadikusumo itu awalnya enggan membeberkan siapa yang ia maksud sudah menunggangi konflik internal Partai Golkar. Saat ditanya apakah salah satu pihak yang ia maksud adalah pemerintah, Titiek mengkonfirmasinya.

"Ya sebagian itu, (mereka) mancing di air keruh," katanya.

Ia sebagai putri Soeharto yang juga merupakan salah seorang pendiri Partai Golkar, bersama saudara-saudara nya yang lain mengaku malu dan prihatin terhadap konflik yang berkepanjangan ini.

Baik kubu Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono kata dia sejatinya mengenal satu sama lain, dan dekat.

Konflik yang ditunggangi pihak tertentu itu kata dia telah membuat hubungan masing-masing pendukung semakin memburuk, dengan puncaknya adalah rebutan ruangan fraksi Partai Golkar di komplek parlemen pada akhir maret lalu.

"Kita prihatin, (konflik) di Golkar kok tidak selesai-selesai, puncaknya ada yang nyongkel pintu di (ruang) fraksi, malu-maluin," ujarnya

Pencongkelan pintu yang ia maksud adalah pencongkelan pintu ruang fraksi Partai Golkar, oleh kubu Agung Laksono. Pendukung Agung Laksono yang saat itu salah satunya adalah Yorrys Raweyai, memaksa untuk membuka pintu ruang fraksi, demi merebut ruangan tersebut dari para pendukung Aburizal Bakire.

Kata dia keluarga Suharto yang akrab disebut keluarga Cendana, mendapat dukungan dari sejumlah DPD Partai Golkar, untuk mengambil alih partai penguasa era orde baru itu. Akantetapi Titiek mengaku belum bisa menyebutkan berapa banyak dukungan yang ia terima.

Keluarga Cendana menurut Titiek berharap konflik internal itu bisa diselesaikan dengan cara Musyawarah Nasional (Munas) ulang, dengan dihadiri kedua kelompok, baik Aburizal maupun Agung.

"Kalau ada Munas (ulang), dua-dua nya maju, sekarang jelas (siapa yang akan menang)," tandasnya. dikutib dari tribun.

Post a Comment