Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Korea Utara),

 Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah memerintahkan eksekusi mati 15 pejabat tinggi di pemerintahannya untuk menjaga cengkeramannya pada kekuasaan.

Demikian dilaporkan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan seperti dilansir Upi.com.

Laporan terbaru dari badan mata-mata Seoul tersebut telah disampaikan kepada anggota parlemen Korea Selatan di balik pintu tertutup. Surat kabar New York Times melaporkan Kim telah memerintahkan eksekusi mati 68 pejabat senior sejak mengambil kekuasaan tahun 2012.

Menurut dua anggota parlemen yang hadir, Lee Cheol-woo dan Shin Kyeong-min yang merupakan perwakilan dari badan intelijen mengatakan Kim Jong Un berperilaku tidak rasional dan mengharapkan perintah yang harus diikuti tanpa syarat.

Mereka yang menyatakan ketidaksetujuan dengan Kim telah dieksekusi, untuk menanamkan rasa takut dan menjadi contoh buruk bagi para pembangkang.

Para pejabat Korea Utara yang menonjol juga tidak luput dari hukuman jika membangkang. Tak lepas juga para pemuka agama.

Di bulan Januari, Wakil Gereja Korea Utara, Rim Op Song mengeluhkan kebijakan Kim Jong Un di bidang kehutanan, dan dihukum mati karenanya.

Seorang pejabat Komisi Perencanaan Nasional Korea Utara juga dieksekusi di bulan Februari, setelah ia berdebat dengan Kim Jong Un dalam rencana pembangunan pusat ilmu pengetahuan dan teknologi di Sungai Taedong

Menurut sumber, Kim Jong Un menginginkan atap dalam bentuk Kimilsungia, jenis anggrek hibrida yang dinamai seperti nama kakeknya. Namun menurut pejabat di Komisi Perencanaan Nasional Korut tersebut mengatakan hal itu sulit untuk dilakukan dan mengakibatkan terlambatnya pembangunan.

Tak terima dengan alasan yang dikemukakan, Kim kemudian memerintahkan eksekusi matinya.
Seoul mengatakan eksekusi dilakukan secara terbuka, dan orang banyak berkumpul untuk menonton eksekusi. Untuk menambah kesan dramatis, seringkali senapan anti pesawat ditembakan saat eksekusi dilakukan. Upi.com.  dikutib ari tribun.

Post a Comment