Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang),  
Seorang wanita korban penyiraman air keras dan perkosaan akhirnya menemukan cinta sejatinya yang berujung pada pernikahan, Sabtu (18/4/2015).

Dilansir Mirror, Sonali Mukherjee Tiwari (29), meninggalkan luka bakar sebanyak 70 persen di wajah, tangan, dan tubuhnya saat tiga orang remaja pria masuk ke dalam rumahnya dan melemparkan cairan air keras.

Tak hanya itu, tiga pria tersebut juga melakukan kekerasan seksual terhadap Sonali.
Insiden itu terjadi pada 2003 saat Sonali masih berusia 17 tahun.

Akibat penyiraman air keras tersebut, dia harus menjalani 28 operasi yang berbeda.
Setelah menjalani operasi, Sonali harus menerima kenyataan pahit.

Pasalnya, operasi tersebut tidak bisa menngembalikan wajahnya seperti semula.
Bahkan penderitaanya bertambah setelah dokter memastikan penglihatan Sonali tidak bisa dikembalikan. Dia buta permanen.

Sonali begitu terpukul. Selama 10 tahun lebih pascaoperasi, ia mengurung dirinya di rumah karena malu.

Tapi setelah muncul di salah satu acara TV di India, ia menceritakan semua kisahnya dan membuat orang begitu terharu, sejak dari situ ia mulai memberanikan diri tampil di muka umum.

Bahkan di awal tahun 2015 tepatnya pada Rabu (15/4/2015), Sonali mengejutkan semua orang setelah menikah dengan seorang pria tampan bernama Chittaranjan.

Sonali menuturkan dirinya tidak menyangka akan menikah, karena kejadian pelemparan itu telah merebut kebahagiannya.

"Lebih dari sepuluh tahun aku habiskan waktu hanya untuk membangun kepercayaan diri, hari ini adalah hari yang paling indah yang ku rasakan, akhirnya aku menikah, dan itu adalah sebuah mimpi yang akhirnya terwujud," ujar Sonali.

Sementara itu suaminya Chittarajan adalah seorang ahli kelistrikan, ia mengenal Sonalia tahun 2013 setelah mendengar kisah hidup Sonali yang membuatnya sangat tersentuh.

Akhirnya dengan berbagai macam usaha ia menemukan nomor telepon Sonali, dari situ keduanya rutin berhubungan.

"Banyak orang yang tersentuh dengan kisahku, aku kira Chittarajan adalah satu diantaranya.
"Dia orangnya sangat baik, romantis, dan menyenangkan, ngobrol sama dia bisa berjam-jam," terang Sonali.

Ia menambahkan satu bulan terakhir, "kami ngobrol lebih lama dari biasanya, kemudian dengan nada serius ia ingin melamar Sonali."

"Aku sangat terkejut, padahal aku tak pernah menyangka hubungaan ini akan berujung pada kata "melamar" sungguh itu membuatku tidak percaya tetapi itu membuatku sangat bahagia, tapi aku tak lantas menerima, aku bilang padanya bahwa aku ini jelek, buta, dll, namun jawabannya yang ia berikan membuatku sangat terharu, ia jawab kau adalah wanita sempurna yang pernah aku temui," ungkap Sonali.

Sekarang secara adat keduanya telah resmi menikah dan keduanya sedang merencanakan resepsi pernikahan yang lebih besar.

"Chittaranjan adalah orang yang sangat emosional dan sensitif, dan saya sangat bahagia bisa bersanding dengannya," pungkasnya.

Post a Comment