Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,   (Jakarta),  
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan bahwa campur tangan pimpinan DPR dalam kisruh internal Partai Golkar akan menimbulkan ketidakpercayaan.
Menurut dia, keberpihakan yang ditunjukkan pimpinan DPR bisa saja menghadirkan kembali pimpinan DPR tandingan.

"Ketika pimpinan DPR memilih masuk ke kisruh Partai Golkar, timbul kembali anggapan bahwa pimpinan DPR tidak bisa berdiri di atas semua kepentingan," ujar Meutya, saat ditemui seusai menjadi narasumber dalam diskusi di Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Menurut mantan penyiar di televisi swasta ini, ancaman untuk menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR bisa saja terulang seperti pada awal terbentuknya parlemen.

Ia mengatakan, kekhawatiran empat fraksi terhadap independensi pimpinan DPR dapat semakin terlihat dalam permasalahan saat ini yang melibatkan Fraksi Partai Golkar.

"Jangan sampai ada pimpinan DPR tandingan. Kondisi ini mengonfirmasi bahwa pimpinan DPR berpihak pada satu kelompok tertentu," kata Meutya.

Partai Golkar kubu Agung Laksono mengancam akan mengajukan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR terkait pengesahan rotasi Fraksi Golkar di sejumlah komisi dan alat kelengkapan Dewan yang diajukan kubu Aburizal Bakrie.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar kubu Agung Laksono, Fayakhun Andriadi, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, penerbitan surat keputusan Ketua DPR RI tentang rotasi puluhan anggota DPR dari Fraksi Golkar, semakin mempertegas keberpihakan pimpinan DPR kepada kubu Aburizal. di kutib dari tribun.

Post a Comment