Ads (728x90)


PADANGPOS, (Padang)
Sukses dalam kebijakan dan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang terkait kegiatan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) dan Penghargaan Kota Langit Biru yang diraih dua tahun berturut-turut, menyebabkan kota ini tengah dikunjungi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Rombongan Pemprov Jateng yang terdiri dari beberapa Staf Ahli Gubernur ini, disambut dalam diskusi bersama Walikota Padang yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi, Ir H Corri Saidan. Turut hadir, beberapa pimpinan SKPD Pemko Padang, Kepala Bapedalda, Edi Hasymi, Kepala Dishubkominfo, Rudi Rinaldi, Kepala Dispenakbunhut, Heryanto Rustam, dan seluruh Staf Ahli. Bertempat di Aula Abu Bakar Jaar, Balaikota Padang, Rabu (1/4).

Mewakili rombongan, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Jateng, Taufik Hidayat, menyampaikan, adapun tujuan rombongan Pemprov Jateng ke Pemko Padang dilatar belakangi atas keberhasilan Kota Padang dengan mendapat penghargaan sebagai kota langit biru dalam dua tahun berturut-turut. Yakni, pada tahun 2013 dan 2014 yang diterima dari Tim Kementerian Lingkungan Hidup RI baru-baru ini.

“Oleh karena itu, suksesnya Kota Padang dengan terbebas dari pencemaran udara dan kualitas udaranya yang bersih perlu kita ketahui. Sejauh mana dari awal pelaksanaan serta kebijakan yang diterapkan di sini,” terang Taufik sewaktu diwawancarai.

Di samping itu, lanjut Taufik, setelah mengetahui langkah-langkah dan kebijakan yang dilakukan Pemko Padang, ia berencana akan menyampaikan kepada gubernur untuk menerapkan pola yang sama di Jawa Tengah. Seperti misalnya, dari 35 kabupaten/kota yang ada, akan mencoba menerapkan di kota yang memiliki persamaan dengan Kota padang seperti Surakarta.

“Jadi, kami telah mengetahui kualitas udara Padang yang memang sangat baik. Dengan 51 persen kawasannya merupakan hutan lindung dan selebihnya budidaya salah saktu faktor pendukungnya. Selain itu, jumlah penduduk yang hanya satu juta lebih juga menjadi faktor kunci di samping kebijakan yang diperkuat oleh perwako tentang pengendalian pencemaran udara. Dibanding di Jateng, penduduk yang mencapai 35 juta jiwa, ditambah transportasi kendaraan yang padat menjadi faktor permasalahan selama ini,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Padang, Edy Hasymi menjelaskan, perihal suksesnya Kota Padang meraih kota langit biru dua tahun berturut-turut dikarenakan, alhasil Pemko Padang melalui Bapedalda dalam menjalankan visi dan misi Bapedalda yang juga diperkuat oleh beberapa perwako.

“Alhamdulillah, kita telah berhasil mewujudkan perbaikan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang ada di Kota Padang. ini tidak lepas dengan kebijakan dan langkah-langkah yang dilakukan selama ini. Sehingga, seluruh pihak baik SKPD terkait bersama masyarakat mampu menjaga kondisi udara bersih yang merupakan kebutuhan dan kebanggaan kita bersama,” ungkap Edi Hasymi.

Selain itu, lanjut Edi, dalam menjaga kualitas udara bersih, pihaknya juga terus mengupayakan pengembangan kapasitas kelembagaan dan kualitas SDM bidang lingkungan hidup di Kota Padang. kemudian, juga melakukan EKUP yang bermanfaat menjadi acuan untuk lebih meningkatkan kualitas udara perkotaan.

“Setelah menerima penilaian fisik dan non fisik oleh Tim KLH RI dengan melakukan uji emisi, pemantauan kinerja lalu lintas dan kualitas udara, memang menyatakan Kota Padang termasuk dari beberapa kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terbersih". 

Untuk itu, kami berharap, semoga Kota Padang terus menjaga eksistensinya, sehingga juga dapat ditiru kota lainnya di Indonesia,” tutup Edi hasymi . (tf/dv/ch)


Post a Comment