Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  
Setelah sebelumnya dikatakan bahwa gempa di Nepal sudah diprediksi dan diperingatkan oleh para peneliti, kini mereka kembali melakukan prediksi gempa di masa depan.

Gempa Nepal yang terjadi Sabtu (25/04/2015) lalu sendiri merupakan efek domino dari pola gempa yang terjadi beratus-ratus tahun silam.

Menurut prediksi awal, gempa besar diperkirakan akan terjadi di daerah antara India dan Nepal.

Ketika ditemui oleh TIME, koordinator regional GeoHazards International Hari Kumar mengatakan bahwa sebenarnya sulit untuk memprediksi kepastian gempa selanjutnya.

Namun, ia memperingatkan negara-negara sekitar Nepal, yaitu India, Pakistan, dan Bhutan akan tingginya risiko 'tertular' gempa.

Hal tersebut dikarenakan aktivitas tektonik di bawah daerah itu yang masih rawan akan kejadian serupa.

Sementara, presiden GeoHazards Brian Tucker berpendapat bahwa negara-negara yang pelat tektoniknya sedang bermasalah adalah Amerika, Selandia Baru, Jepang, Turki (Istanbul), dan Chile.

"Yang membedakan adalah negara-negara ini sudah berantisipasi dengan struktur bangunan yang siap dan penduduk yang sudah diedukasi akan musibah besar itu," jelas Tucker kepada TIME.

Ia lalu menambahkan daerah-daerah di mana menurutnya akan terjadi sesuatu yang mengerikan, yaitu Tehran (Iran), Karachi (Pakistan), Padang (Indonesia), dan Lima (Peru).

"Kalau saya harus taruhan mengenai daerah mana yang selanjutnya akan alami gempa besar, bukti kuat menunjuk pada lepas pantai Sumatera," ujarnya lagi.

Mengacu pada kekacauan gempa Nepal, menurutnya gempa di Padang nantinya tidak akan menimbulkan kekacauan yang berdampak terlalu besar, karena Padang lebih kecil dibanding Kathmandu.

"Tapi, gempa di sana dapat memicu terjadinya tsunami. Sehingga bisa saja konsekuensinya mirip," tambah Tucker.

Menurutnya, untuk mengatasi kerugian dan mengurangi biaya negara paska bencana besar, dibutuhkan penilaian lebih terhadap kekokohan struktur bangunan seperti sekolah dan rumah sakit. dikutib dari tribun.

Post a Comment