Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Jakarta),
Kemarin (27/4/2015) hingga hari ini saham-saham BUMN berguguran di lantai bursa. PT Waskita Karya (WK) terpaksa dihentikan transaksinya karena harga sahamnya ambruk.

Saham Mandiri terjungkal hingga hari ini, demikian juga dengan saham Bank BNI, Bank BTN, Bank BRI juga terjungkal. Tidak hanya saham BUMN, bank BCA juga terjungkal dalam zona merah hingga hari terseret oleh ambruknya saham saham BUMN. BUMN lain seperti PGN, Semen Indonesia juga ambruk dalam zona merah.

Mengapa saham saham BUMN ambruk?
(1) Bagi-bagi jabatan mulai dari menteri hingga direksi BUMN kepada tim sukses, akibatnya BUMN diurusi oleh orang-orang yang tidak kompeten dan tidak kredibel.

(2) Bagi-bagi proyek diantara oligarki penguasa dengan memanfaatkan belanja BUMN.

(3) Kondisi BUMN sendiri yang sudah kritis, sementaara saham saham BUMN Indonesia tinggal beberapa persen lagi akan berada dibawah penguasaan swasta secara mayoritas.

Faktor lain yang tidak kalah berbahaya adalah faktor politik. Kredibilitas pemerintahan Jokowi dan kabinetnya menciptakan pesimisme dikalangan pelaku usaha, terutama karena :

 (1) Pemerintah tidak membaca apa yang diputuskan (I don't read what I sign)

(2) Pemerintah tidak mengerti apa yang diputuskan (I don't understand What I Sign)

(3) Pemerintah tidak tahu apa yang diputuskan (I don't Know what I sign).
Bahaya kan???? Ambruk dah!!!. dikutip dari suara rakyat.

Post a Comment