Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Padang),  
Setelah hampir dua puluh tahun menghilang, akhirnya Pemerintah Kota Padang menghidupkan kembali lomba Selaju Sampan. Lomba dayung tradisional itu menjadi salah satu kegiatan dalam Festival Siti Nurbaya V (FSN V) yang akan dihelat pada 21 - 30 Mei 2015 mendatang.

Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Lylid Damsir menyebutkan, ini kali perdana selaju sampan di gelar menjadi agenda utama dalam Festival Siti Nurbaya.

Kegiatannya dilaksanakan di sungai Batang Arau, Muaro Padang. "Karena melibatkan banyak pihak dalam pelaksanaannya, maka kita perlu membentuk panitia khusus guna memudahkan koordinasi dengan pihak - pihak terkait seperti PT Pelindo, Pol Air, TNI serta Dishub," ujarnya usai rapat koordinasi panitia Selaju Sampan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kamis (30/4).

Lylidd menjelaskan Sungai Batang Arau Muaro saat ini berfungsi sebagai pelabuhan marina. Banyak kapal - kapal kecil antar pulau dan kapal nelayan yang bersandar disana, sehingga perlu pengalihan sementara bagi kapal - kapal yang bersandar tersebut agar tidak mengganggu kegiatan lomba selaju sampan nantinya.

"Makanya, kita berkoordinasi, terutama dengan pemegang otoritas pelabuhan. Kita harapkan, dua pekan sebelum pelaksanaan lomba, lokasi dari pos Pol air hingga Jembatan Siti Nurbaya yang menjadi lintasan lomba nanti sudah bebas dari kapal - kapal yang bersandar," ujar Lylidd

Rencananya, pembukaan FSN V nanti akan langsung dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya, sekaligus membuka secara resmi lomba Selaju Sampan tersebut. Rangkaian pembukaan juga akan dimeriahkan dengan pawai budaya yang ditampilkan oleh kontingen dari 11 kecamatan di Kota Padang, serta penampilan grup kesenian asal Jepang, Ai-Matsuri.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, FSN V ini mengambil lokasi di bawah Jembatan Siti Nurbaya. Selain untuk menguatkan kesan dari tokoh legenda dari Kota Padang itu, sekaligus kita memperlihatkan sisi lain dari Kota Padang, yaitu kawasan Kota Tua yang pernah menjadi saksi sejarah di kota terbesar di pantai barat Indonesia ini.

Adapun tradisi kebudayaan lain yang akan dilombakan dalam FSN V ini yaitu, Festival Kuliner yang akan melombakan manggiliang lado (mengulek cabai), mangkua karambia (memarut kelapa), malamang (memasak lemang), dan meracik jus pinang, ujarnya

Kemudian, lomba Tari Pasambahan, lomba Tarompa Tampurung (memakai sandal dari batok kelapa), lomba Baju Kuruang Basiba, lomba Gamad, lomba Randai, lomba nyanyi Minang, dan lomba foto.

Kita sangat berharap seluruh elemen masyarakat Kota Padang, untuk dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama sekali di kawasan tempat lokasi acara.  FSN ke- V akan di buka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, "Ujar Lylidd mengakhiri,".  (tf/du)

Post a Comment