Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Jakarta)
Situasi di Aden, kota bagian selatan negara Yaman semakin memburuk saat ini.
Segala upaya dilakukan Pemberontak Houthi dan Pendukung Presiden Mansour Hadi demi merebut kota tersebut.

Kondisi ini mempersulit upaya pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi 89 warga Indonesia (WNI) di kota tersebut.

Padahal sudah ada kapal yang disiapkan dari Djibouti guna menjemput mereka. Masalahnya ada pada checkpoint atau titik-titik tertentu yang harus dilewati para WNI menuju pelabuhan.

"Pengungsi sudah coba ke pelabuhan namun masih mengalami kesulitan untuk tembus dari check point," kata Juru Bicara Kemenlu Indonesia, Armanatha C Nasir, Rabu (8/4/2015).

Sementara kapal sewaan dari Djibouti juga tak berani merapat dan menunggu terlalu lama di pelabuhan. Tak hanya Indonesia yang kesulitan, tim dari Palang Merah Internasional (ICRC) bahkan tak bisa masuk ke Aden.

Pertikaian bisa sewaktu-waktu terjadi antara kubu pemberontak dan pro pemerintah.
Untuk itu, Kemenlu RI masih berupaya menyerukan jeda kemanusiaan pada pihak-pihak yang bertikai.

Jeda itu merupakan gencatan bersenjata untuk mengutamakan keselamatan warga sipil di area perang. Jika disepakati maka proses evakuasi WNI secara cepat bisa dilakukan, khususnya yang terjebak seperti di Aden.

Perkembangan terkhir, kemarin 71 WNI dalam dua kloter dipulangkan dari Yaman. Dalam rombongan ini, ada 11 WNI yang berhasil dievakuasi dari Aden beberapa waktu lalu. Mereka tiba di bandara Soekarno Hatta pukul 22.05 dengan QR 954.

"Kloter kedua dari 60 WNI sisa yang keluar via Jizan minggu lalu dan kembali ke Indonesia via Salalah tiba pkl 22.30 dengan EK 358," kata Tata.

Selain warga yang pulang ke tanah air, ada juga 47 orang keluar daari Yaman melalui Tarim. Kelompok dengan komposisi 43 WNI dan 4 WNA (2 WN Inggris dan 2 WN Amerika) itu keluar dari Tarim menuju Salalah pada Selasa (7/4/2015) malam.

Pihak Kemenlu saat ini juga sedang kebanjiran formulir pendaftaran warga Indonesia yang ingin pulang. Sekitar 300 WNI di Tarim dan 200 WNI di Al Mukalla yang meminta untuk dievakuasi. dikutib dari tribun.

Post a Comment