Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.   (Padang),  
Keinginan ratusan pedagang Pasar Inpres II yang meminta agar mendapat hak berdagang di lantai I direspon Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah. Selasa (28/4) malam kemarin, pedagang yang mengatasnamakan dirinya Himpunan Pedagang Pasar Inpres (HIPPI) II akhirnya bertemu Wako Padang.

Sebelumnya, pada sore harinya ratusan pedagang itu menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Padang dan diterima langsung Ketua DPRD, Erisman. Dan pada malam harinya sekitar pukul 20.45 Wib, Wako Padang mengundang 20 perwakilan pedagang tersebut ke kediaman untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Dalam pertemuan itu pada prinsipnya Wako Mahyeldi setuju untuk memfasilitasi aspirasi mereka. Terkait hal itu, Wako menugaskan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran kerjanya untuk melakukan pertemuan teknis untuk membahas keinginan pedagang.

Rabu (29/4), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait bersama konsultan mengadakan pertemuan di Kantor Disperindagtamben. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Padang, Dian Wijaya menjelaskan permintaan pedagang untuk berdagang di lantai satu Pasar Inpres II akan dicarikan titik temu. “Mudah-mudahan ada titik temu tanpa mengurangi dan menyalahi aturan tentang pembangunan pasar itu sendiri,” kata Dian.

Dian mengatakan, untuk memfasilitasi hal itu memang dibutuhkan perhitungan yang konkrit dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pasar, Bagian Pembangunan, konsultan, Disperindagtamben dan lainnya. Apalagi menurutnya, di lantai I Inpres II itu sesuai rencana peruntukkannya hanya bagi 144 pedagang saja.

Sementara pedagang menginginkan 379 pedagang di lantai I itu. “Kalau kita paksakan 379 itu berdagang di lantai I tentu lahan berdagang menjadi sempit. Suasana jual beli juga tidak nyaman, sempit dan sumpek. Namun kita akan tinjau ulang dan lihat sisi teknis sebuah pasar yang sehat, nyaman dan bersih,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pasar Hendrizal Azhar mengatakan sejak dulunya pembangunan Pasar Inpres II secara formal dan hukumnya sudah ada legalitas. Meski ada keinginan pedagang untuk mengubah bentuk desain tentunya mesti merujuk atau mereview ke desain lama milik Pemko, apakah nanti bisa ditune-in kan dengan desain yang dibuat pedagang.

Setelah dilakukan pertemuan, tim Pemko Padang serta konsultan dan didampingi para pedagang melakukan kunjungan ke Pasar Inpres II untuk mencocokkan kondisi pasar sesuai dengan desain versi Pemko dengan versi pedagang.

Walikota Mahyeldi menginginkan seluruh pedagang Pasar Inpres II hadir saat kunjungan itu, sehingga nantinya dapat dilihat kesesuaian kondisi di lapangan dengan desain gambar yang ada.(tf/ch),  


Post a Comment