Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang),  
Kota Padang dikunjungi pejabat dari China. Kali ini, Wakil Walikota Suzhou, China menginjakkan kaki di tanah Minang, Rabu (22/4) kemarin. Wakil Walikota Suzhou, Mr. Zhou Yong bersama rombongan disambut Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah sambil makan malam bersama di Palanta, kediaman Wako, Jalan A. Yani, Padang.

Dalam temu ramah malam itu, terungkap jika Wawako Suzhou membawa tiga misi ke Kota Padang. Ketiga misi itu yakni menandatangani kontrak kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) ‘Sister City’ antara Kota Suzhou dengan Kota Padang. Misi kedua yakni kunjungan balasan setelah Wako Padang, Mahyeldi pernah berkunjung ke kota tersebut pada tahun lalu. Dan misi yang tak kalah penting yakni menandatangani kontrak kerjasama di bidang perdagangan, pendidikan dan sosial budaya. “Senang bisa datang ke Padang dan sudah menyambut kami dengan meriah,” kata Mr. Zhou Yong dengan bahasa China yang kemudian dialihbahasakan.

Mr. Zhou Yong cukup terkesima dengan keindahan Kota Padang. Sejak dirinya tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Wawako ini terkesan dengan Kota Padang. Sehingga, saat dirinya bertemu dan berbincang dengan rektor Universitas Andalas (Unand), Werry Darta Taifur, kata-kata pertama yang dilontarkannya yakni indahnya Kota Padang. “Ketika saya ditanya rektor Unand tadi pagi tentang kesan pertama ke Padang, saya jawab bahwa Padang itu indah dan ada gunung serta laut. Penduduknya juga ramah,” katanya.

Mr. Zhou Yong berharap, hubungan kerjasama antara Kota Padang dengan Kota Suzhou semakin erat. Tak lupa, Wawako Suzhou ini juga menginginkan hubungan antara warga Kota Padang dengan Suzhou terjalin baik. “Saya ucapkan semoga Padang semakin baik dan berkembang perekonomiannya,” ujarnya di depan undangan yang hadir malam itu.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah menyambut baik kedatangan Wawako Suzhou. Wako Mahyeldi menceritakan kepada Mr. Zhou Yong bahwa di Padang terdapat satu daerah yang didiami warga tionghoa. Daerah itu yakni pecinaan Pondok. “Masyarakat di Pondok justru berkontribusi banyak, termasuk di masa kemerdekaan Indonesia, banyak tokoh China yang ikut berjuang,” kata Wako yang diangguki Wawako Emzalmi.

Wako menyebut, sebenarnya hubungan masyarakat china di Padang dengan masyarakat Minang telah terjalin baik sejak dulunya. Kuatnya hubungan emosional antara kedua etnis ini terbukti dengan adanya satu lokasi yang tanahnya diberikan secara hibah dari masyarakat China kepada masyarakat Padang. Lokasi itu yakni terminal Goan Hoat. “Mudah-mudahan dengan kedatangan ini akan memperkuat hubungan antara Padang dan China yang telah terbangun sejak lama,” tukuk Wako.(tf)

Post a Comment