Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,   (Jakarta),  
Perwira di Dir IV Narkoba Bareskrim Polri, AKBP PN yang memeras pengusaha karaoke di Bandung dengan merekayasa kasus narkoba saat ini sudah ditahan.

Kepala Biro Pertanggungjawaban Profesi (Karo Wabprof) Divpropam Polri, Brigadir Jenderal Anton Wahono S mengatakan kini AKBP PN sudah ditahan dan minggu depan akan menjalani sidang kode etik.

"‎Sudah ditahan, minggu depan akan Disidang kode etik. Kami Percepat berkasnya biar minggu depan bisa segera kode etik lalu pidana umum," kata Anton, Selasa (12/5/2015) di Mabes Polri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada AKBP PN dan adanya beberapa laporan yang masuk ke Polri, diketahui AKBP PN kerap melakukan perbuatan tersebut demi memperkaya dirinya.
"Dia sudah sering begitu, tapi tidak mengakui. Pokoknya kami akan buka semuanya ke media. Kasus ini sangat memalukan,"tambahnya.

Seperti diketahui kasus pemerasan terhadap pengusaha karoke ini terjadi pada bulan Februari lalu, namun baru terungkap awal Mei ini.

Berdasarkan keterangan saksi dan temuan alat bukti, AKBP PN dan anak buahnya diduga kuat telah melakukan sejumlah pelanggaran kode etik, disiplin dan profesi dan terancam hukuman Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Khusus AKBP PN diduga melanggar Pasal 7, 9, 13 dan Pasal 14 Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Pasal-pasal tersebut intinya, yang bersangkutan tidak profesional, melakukan perbuatan yang tercela, dengan ancaman hukuman dapat diberhentikan dengan tidak hormat atau di-PTDH," tandasnya.

Selain pemecetan, AKBP PN dan rekannya juga akan diproses secara pidana umum di Bareskrim Polri dan terancam dihukum pidana penjara. Sebab, telah ditemukan unsur pidana pemerasan dan pengancaman sebagaimana diatur dalam Pasal 368 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman 9 tahun penjara.

"Dari laporan tersebut, dibenarkan telah terjadi suatu rekayasa kasus, atau dalam bahasa hukumnya terjadi pemerasan. Ini diatur dalam Pasal 368 KUH-Pidana dengan ancaman pidana penjara 9 tahun," jelasnya. dikutib dari tribun

Post a Comment