Ads (728x90)


PADANGPOS.COM,  (Jakarta),  


Bambang Soesatyo menegaskan Golkar kubu Aburizal Bakrie harus memiliki keberanian untuk menolak islah.

Selain itu, ia meminta Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) jangan berpura-pura tidak tahu bahwa kepengurusan Golkar versi Munas Ancol itu ilegal, yang dilegalkan oleh kekuasaan untuk tujuan tertentu.

"Kasus mandat palsunya sendiri sudah dibuka dan masuk ke tahap penyidikan di Bareskrim Mabes Polri. Jika Kubu Munas Bali didorong untuk islah dengan kubu Munas Ancol, berarti pemerintah termasuk presiden dan wapres mengamini kejahatan politik dalam demokrasi di tanah air yang dilakukan AL (Agung Laksono) dkk," kata Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, Kamis (28/5/2015).

Ia pun mempertanyakan‎ masa depan demokrasi Indonesia yang sudah dibangun dengan susah payah kalau Munas abal-abal sebuah partai politik mendapat legitiminasi dari pemerintah‎.
Jadi, kata Bambang, kalau Menteri Yasonna Laoly tetap ngotot mengajukan banding, berarti pemerintah tidak mau mengakui kesalahannya.

"Dengan mempertahankan posisi seperti itu, pemerintahan Jokowi yang diusung PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura itu sesungguhnya sudah terjebak akibat kepentingan sempit. Yakni ingin menghancurkan Golkar. Dan itu harus dilawan," kata anggota Komisi III DPR itu. diktip dari tribun.

Post a Comment