Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.   (Padang),
Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Padang memberdayakan kaum perempuan melalui program pelatihan. Tujuannya agar perempuan mampu mandiri dan mencari penghasilan tambahan untuk menunjang ekonomi keluarga.

"Tujuan kita, setelah mereka menjalani pelatihan yang kita berikan, mereka memiliki keterampilan yang mampu menghasilkan produk kerajinan yang dapat dipasarkan, dan tentunya akan menghasilkan uang untuk menopang perekonomian keluarga mereka," ungkap Muji Susilawati yang didampingi Sekretaris BPMPKB Eka Libra Fortunan, dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dewi Ria, ketika dihubungi, Rabu, 6 Mei 2015. 

Menurut Muji Susilawati, sasaran kegiatan ini adalah perempuan kepala keluarga kurang mampu, perempuan kepala keluarga binaan P2WKSS, dan remaja perempuan putus sekolah. Mereka ini diberikan beragam bentuk pelatihan keterampilan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menopang ekonomi keluarga.

Kemudian, kata Muji, yang dimaksud perempuan kepala keluarga disini adalah perempuan yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Bukan berarti mereka single parent atau janda, tetapi bisa saja mereka memiliki suami, namun suami mereka tidak mampu memberikan nafkah, sehingga mereka terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. 

"Kemaren kita memberikan pelatihan kepada mereka yang diikuti oleh 125 peserta bertempat di Gedung PKK. Pelatihan yang kita berikan adalah keterampilan membuat souvenir pernikahan. Kenapa kita memilih pelatihan pembuatan souvenir tersebut? Karena dalam proses pembuatannya mereka tidak perlu keluar rumah meninggalkan keluarga mereka, cukup mereka beraktivitas di rumah, tetapi mereka tetap memperoleh penghasilan," ungkap Muji lagi.

Sedangkan pelatihan keterampilan bagi perempuan kepala keluarga binaan P2WKSS pelaksanaannya dikeroyok oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) d Kota Padang. Biasanya dipusatkan pada satu kelurahan, dan tahun ini dipusatkan di Kelurahan Limau Manih Selatan. BPMPKB Kota Padang hanya bertindak sebagai pemberi pelatihan atau narasumber. Sementara itu, untuk remaja putus sekolah diberikan pelatihan merias penganten. Tahun ini diikuti oleh 75 orang peserta. 

"Kita berusaha memberikan ilmu dan keterampilan kepada mereka. Selain pelatihan, kita juga memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan. Harapan kita, mereka dapat menjadi wirausahawan baru, sebagaimana program unggulan Walikota Padang H Mahyeldi Ansharullah. Kita juga berusaha mengubah mindset (cara pandang, red) mereka, agar jangan hanya mengantungkan diri pada bantuan pemerintah," cakap mantan Kepala KP2T Kota Padang ini. 

Dikatakan Muji, bantuan peralatan dan modal memang tidak bisa diberikan kepada sasaran pelatihan karena anggarannya tidak ada. Pasalnya, anggaran yang diusulkan BPMPKB Kota Padang untuk itu diblokir (PM), sehingga tidak bisa direalisasikan. Namun, BPMPKB Kota Padang akan menfasilitasi mereka melalui program kemitraan dengan merangkul dunia usaha yang sudah mapan. (tf/by)

Post a Comment