Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.   (Padang),  
 Kota Padang berada di lempeng India-Australian dan Eurasia, sehingga menyebabkan kota ini rawan akan terjadinya gempa. Sebagai kota yang pernah luluhlantak dihoyak gempa besar pada 2009 silam, Pemerintah Kota Padang tengah berusaha mewaspadai jika lagi-lagi Padang dihantam gempa.

Upaya waspada yang dilakukan Pemko Padang yakni menjalin kerjasama dengan Kota Chengdu, China. Jalinan kerjasama ini yaitu berupa bantuan peralatan pendeteksi gempa dari Kota Chengdu untuk Kota Padang. “Insha Allah dalam waktu dekat kita akan bekerjasama dengan China untuk deteksi gempa,” kata Wako Padang, H. Mahyeldi Ansharullah di sela-sela kegiatan puncak peringatan Hari Kartini di Palanta kediaman Wako, pekan kemarin.

Dikatakan Wako, bantuan peralatan dari Kota Chengdu, China itu sebanyak 80 unit. Peralatan deteksi gempa itu cukup canggih karena mampu mendeteksi potensi gempa yakni 20 detik sebelum gempa terjadi. “Mudah-mudahan dengan ini akan meningkatkan safety terhadap bencana,” ujarnya.
Saat ini kerjasama antar kedua kota sedang dipersiapkan. Temasuk kesiapan administrasi, bersama BNPB dan tim yang ditugaskan dari Indonesia. Untuk titik lokasi pemasangan alat pendeteksi gempa dari China itu, Wako menyebut akan melakukan evaluasi dahulu. “Mudah-mudahan semuanya berjalan cepat,” tutur Wako.

Wako menyebut, kesiapsiagaan sangat diperlukan karena saat ini Kota Padang tengah berbenah setelah dihantam gempa 2009 silam. Infrastruktur publik kembali dibangun termasuk hotel dan bangunan bertingkat lainnya. “Saya kira yang penting adalah kesiapsiagaan kita. Sarana prasarana kita lengkapi, bangunan juga ditata sedemikian rupa. Ketika terjadi gempa, resiko musibah dapat diminimalisir,” imbuhnya.

Terkait prediksi peneliti gempa Geohazard yang menyebut bahwa akan terjadi gempa di Padang setelah gempa Nepal, Wako Mahyeldi tak terlalu menanggapi hal demikian. Sebab menurut Wako, tidak seorangpun yang bisa mengetahui kapan terjadi gempa. “Dulu banyak yang ngomong begitu (Padang akan dilanda gempa besar-red), saya kira yang namanya gempa tidak ada yang tahu. Cuma barangkali mungkin mereka melihat dari sisi potensi,” kata Wako Mahyeldi.

Namun begitu, Wako Mahyeldi tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang untuk memiliki kewaspadaan. “Seluruh daerah di mana pun punya potensi gempa. Yang penting bagaimana kesiapsiagaan kita,” tambahnya.

Hingga saat ini Kota Padang memang terus melakukan sosialisasi dan memberi pemahaman kepada masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa. Setiap bulan dilakukan latihan, sosialisasi, mitigasi bencana di sekolah-sekolah serta menyiapkan jalur evakuasi baik secara horizontal maupun vertikal. “Baru-baru ini bersama BNPB, kita sudah selesaikan bangunan dan jalur evakuasi,” tambah Wako.

Saat ini Pemko Padang juga tengah melakukan pengawasan terhadap bangunan serta fasilitas publik. Pengawasan ini dilakukan secara ketat. Pemko Padang tak segan-segan menindak maupun membongkar bangunan yang melanggar. “Kita harapkan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi lagi,” harap Wako.(tf/ch).  

Post a Comment