Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Ambon),
Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2015 ditabuh di Ambon, 5-10 Mei. Direncanakan Rakernas ini akan dibuka Presiden Ri, Joko Widodo. Pada hari pertama dalam acara ‘Welcome Dinner’ di Hotel Natsepa, Selasa (5/5), Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, sempat memuji Padang. Apa itu? Berikut laporan singkat Kabag Humas dan Protokol Setdako Padang, Mursalim bersama Kasubag Dokumentasi, Bustam dari Ambon, Maluku.

Malam itu sekitar pukul 20.00 WIT, seluruh peserta Rakernas Apeksi memadati taman di belakang Hotel Natsepa. Saat Walikota Ambon Richard Louhenapessy memberi sambutan selamat datang, seluruh peserta terlihat serius menyimak setiap kata yang disampaikan Wako tersebut. “Ambon ini kota yang unik,” katanya di awal sambutan.

Ambon disebut unik karena selain memiliki laut / pantai, akan tetapi juga memiliki gunung yang indah. “Tidak semua daerah di Indonesia yang memiliki keunikan ini. Dan yang paling menarik, dari sekian banyak daerah yang ada di Indonesia, hanya Ambon satu-satunya yang disebut ‘manise’,” ujar Wako yang disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Kesemuanya itu memang cukup beralasan. Ambon disebut daerah unik karena daerah ini ditunjang oleh fenomena alamnya yang sangat menarik serta karakter masyarakatnya yang ramah dan sopan. Selain karakteristik masyarakat dan kotur alamnya, Ambon juga punya makanan pokok spesifik yang dikonsumsi masyarakat, yakni Sagu.

Wako Ambon menyebut, sagu menurut filosofi masyarakat Ambon yakni pohonnya sangat tinggi, sangar dan bentuknya tidak menarik. “Sama dengan orang Ambon, tidak menarik, coklat kehitaman dan performennya kurang. Tetapi kalau pohon itu dipotong dan dibelah, isinya terlihat putih bersih, bahkan lebih putih dari Isteri Walikota Menado lagi. Nah, itulah karakter orang Ambon, coklat, sangar tetapi hatinya putih dan ramah,” kata Wako beranalogi dan berkelakar.

Pada tahun 1999 silam, Kota Ambon memang sempat luluhlantak karena terjadinya kerusuhan. Akibat dari kerusuhan ini, sejumlah bangunan rusak total termasuk infrastruktur publik. Usai kejadian itu, Kota Ambon kembali berbenah. “Karena itu kalau melihat kota Ambon saat ini, itu adalah hasil pembangunan 12 tahun lalu,” ujar Wako Ambon.

Wako Richard mengatakan, dirinya banyak belajar ke daerah lain. Daerah yang menjadi tempat menimba ilmu diantaranya Bogor, Lampung, termasuk Padang. Ilmu yang diperoleh utamanya tatacara pengelolaan daerah serta pola sinergitas kerukunan antar umat beragama. Bahkan Wako Ambon juga sempat memuji Padang. “Saya banyak belajar dengan Walikota Padang, Bogor, Lampung dan lainnya. Ilmu itu kemudian saya padukan dengan potensi yang ada di Ambon,” ulasnya.
Bicara Batu Akik.
Selain berbicara tentang alam dan masyarakatnya, Wako Ambon juga sempat mempromosikan batu akik yang kini sangat digilai di Indonesia. Batu akik jenis Bacan dari Ambon cukup dikenal hingga ke pelosok negeri dan harganya pun kini gila-gilaan. “Kita punya batu akik luar biasa di sini, harganya pun murah. Pak wali dan seluruhnya yang hadir di sini nanti harus beli, tapi jangan pakai mobil dinas karena harganya pasti naik,” ujarnya sambil berkelakar.
Menurut Wako Ambon, selain batu akik jenis Bacan, kini juga ada batu asal Ambon yang mulai fenomenal di kalangan peminat batu. Batu itu yakni batu Seram. Batu ini cukup bagus, enerjik dan bagus. “Presiden kemarin diberi batu Seram oleh gubernur. Batunya enerjik dan menarik, ini saya pakai dan promosikan,” kata Wako sambil menunjukkan batu Seram yang melingkar di jari manisnya.

Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah usai ‘Welcome Dinner’ mengatakan cukup senang dengan digelarnya agenda Rakernas Apeksi di Ambon. Lewat agenda ini, Padang menampilkan kesenian dan sekaligus memperkenalkan budaya Minangkabau ke kota lain di Indonesia. “Di samping itu juga dapat terbangun hubungan yang semakin
kuat antara warga Padang dengan perantau asal Padang yang ada di Ambon,” kata Wako Mahyeldi.

Cukup banyak perantau Minang yang mengadu nasib di Ambon. Tentunya dengan latar belakang pekerjaan yang beragam pula. “Dengan kehadiran di sini, kita mengenal budaya daerah lain,” katanya.

Wako Mahyeldi juga mengakui jika selama ini dirinya bersama walikota lain di Indonesia saling berdialog dan menjalin komunikasi secara baik dengan tujuan agar dapat memberi masukan dan meningkatkan pembangunan masing-masing daerah. “Dari dialog itu cukup banyak kelebihan masing-masing daerah yang tentu kita adopsi,” kata Wako.

Dalam Rakernas Apeksi di Ambon kali ini masing-masing daerah membawa tanaman khas. Dan Walikota Padang diberi kesempatan menyerahkan tanaman khas tersebut langsung kepada Walikota Ambon secara simbolis mewakili walikota di Komisariat Wilayah I. Rencananya tanaman ini bersama 97 tanaman khas kota lainnya akan ditanam pada pagi hari ini (Rabu, 6/5) di halaman Lantamal IX Ambon.(tf/ch
)


Post a Comment