Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang),

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan LSM Mamak Ranah Minang, Dani Ferinaldi SH tak hanya mengapresiasi dengan dua jempul kepada keseriusan Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah yang bertindak tegas terhadap salon yang berbisnis  esek-esek di Padang Theater, tapi mengucapkan salut bangga.

"Kami di LSM Mamak salut dan bangga dengan sikap tegas pak walikota," kata Dani Ferinaldi SH kepada Tabloid Bijak ketika dikonfirmasikan masalah kebijakan Walikota Padang bertindak tegas membasmi kemaksiatan perzinaan di Kota Padang, Kamis, 15 Mei 2015.

Menurut Dani, kebijakan Walikota Padang ini, harus didukung oleh masyarakat yang anti bisnis perzinaan dan minuman keras. "Kota Padang tak hanya harus bebas dari sampah, tetapi juga harus bersih dari sampah masyarakat," kata mahasiswa pasca sarjana Universitas Andalas Padang ini.

 Sebelumnya, kata Dani, dirinya juga pernah membaca berita yang dilansir Tabloid Bijak, 14 April 2015 lalu. "Kalau saya tak salah judulnya, Bisnis Esek-esek di Padang Theater Menjamur," katanya.

Seharusnya, kata Dani, Satpol PP dan Dinas Pasar harus proaktif bersikap dan bertindak, sehingga tak perlu benarlah Walikota Padang turun tangan langsung. "Saya duga ini, pastik satpol PP dan kadis pasar kurang proaktif dan atau ada permainan," duganya.

Sebelumnya, Portal Berita Padangpos,com melansir  bertita tentang Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah,  yang sengaja ‘blusukan’ ke Pasar Raya Padang, Rabu (13/4) pagi kemarin, langsung melakukan kebijakan. Bahkan, tak tanggung-tanggung, salon yang ditengarai dijadikan tempat mesum di lantai II Padang Theatre dibongkar Wako bersama sejumlah aparat.

Dalam ‘blusukan’ itu, usai membersihkan tali bandar di Pasar Raya, Wako beserta jajarannya bergerak menuju lantai II Padang Theatre. Menjelang memasuki lokasi salon, persisnya di depan kios burung, Wako mendapati pagar kerangkeng besi yang menjadi pembatas menuju salon. Melihat itu, Wako Mahyeldi lantas membongkar pagar kerangkeng setinggi dua setengah meter tersebut. “Pasar aset Pemko, yang menghalangi jalan dan tidak pada tempatnya, dibongkar,” tegas Wako sambil mengarahkan personil Satpol PP.

Usai membongkar kerangkeng besi, wako masuk ke dalam jejeran bangunan salon di lantai II kompleks Padang Theatre. Wako menemukan kamar-kamar yang nampaknya sudah dibuat seperti losmen. Tiga kamar itu berjendela dengan kaca hitam dan terkunci rapat. Setelah diintip, di balik kaca hitam itu terlihat jejeran kasur di dalamnya. Wako Mahyeldi menanyakan pemilik ‘losmen’ illegal tersebut. Petugas pasar lantas menyebut nama seorang wanita si pemilik ‘losmen’ itu. Wako memerintahkan petugas pasar itu untuk memanggil si pemilik. Setelah ditunggu-tunggu, pemilik ‘losmen’ illegal tak menampakkan puncak hidungnya.

Wako kemudian membongkar salon yang berada di arah depan lantai II. Seluruh isi salon tersebut dibongkar keluar. Aparat Satpol PP bahu-membahu mengeluarkan isi salon seperti kasur, kipas angin, botol minuman, dan sebagainya. Bangunan salon yang terbuat dari papan triplek kemudian dirubuhkan. Aksi ini tak mendapat perlawanan dari pemilik, mereka pasrah ketika salonnya dibongkar.

Masih di komplek Padang Theatre, Wako Mahyeldi sempat menanyakan legalitas salon-salon tersebut. Di Salon merek “R”, Wako menanyakan izin salon dimaksud. Si pemilik salon pun berkilah jika dirinya belum lama ini membuka usaha salon dan tidak mengantongi izin. “Diperiksa semua izin salon di sini semuanya, mana yang tidak sesuai dengan peruntukkannya,” kata Wako.

Langkah yang dilakukan Wako Padang memberantas salon di Padang Theatre direspon baik para pengunjung pasar. Nisa, salahseorang pengunjung pasar mengapresiasi sikap Pemko. “Bagus pak wali, masak pasar dijadikan tempat mesum. Kami kaum perempuan ini merasa terlecehkan dengan sikap oknum di atas itu,” katanya sambil menunjuk ke lantai dua Padang Theatre.

Budi segendang seirama dengan Nisa. Lelaki yang sehari-hari bekerja tak jauh dari Pasar Raya Padang ini selalu merasa risih jika berjalan di kompleks Padang Theatre. Budi mengaku sering diganggu pekerja salon. Dengan dibongkarnya sejumlah salon di lantai II Padang Theatre, Budi berharap lokasi ini bebas dari hal yang tidak menyenangkan itu. “Semoga ini memberi efek jera kepada pemilik dan pekerja salon,” katanya.(Ndu/tf/ch)

Post a Comment