Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Pesisir Selatan),  

Objek wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan telah menasional. Namun begitu, untuk memajukan objek wisata itu perlu dukungan sejumlah pihak. Termasuk daerah yang bertetangga dengan kabupaten tersebut.

Kabupaten Pesisir Selatan bersebelahan dengan Kota Padang. Jarak tempuh dari kawasan Mandeh ke Padang hanya sekitar lebih kurang 60 Km atau memakan waktu sejam perjalanan. Sehingga, pada saat lebaran, kawasan Mandeh menjadi daerah tujuan wisata pilihan masyarakat selain Padang, Bukittinggi dan lainnya.

Bupati Pessel, Nasrul Abit mengakui, kawasan Mandeh menjadi daya tarik wisata masyarakat. Pada saat lebaran, kawasan ini dijubeli pengunjung. “Pada saat lebaran, rute Padang – Mandeh macet total, memakan waktu delapan jam,” katanya saat pembukaan ‘Mandeh Joy Sailing dan Festival Mandeh 2015 di kawasan Mandeh, Sabtu (16/5).

Mengantisipasi itu, Bupati berharap terbuka jalur alternatif sehingga kemacetan di jalur darat akan dapat terurai. Dikatakan Nasrul Abit, ke depannya rute jalur laut dari Padang ke Painan dapat terealisasi. “Harapan kita, rute tol laut dari Muaro Padang hingga ke Mandeh dibuka,” ungkap bupati yang akan berakhir masa jabatannya itu. 

Untuk dapat merealisasikan itu, bupati menginginkan pemilik kapal pesiar ‘Mentawai Fast’ membuka jalur tol laut dari Muaro Padang terus ke Mandeh. Kapal yang berangkat dari Padang ke Mandeh nantinya akan memanjakan pelancong dengan berputar-putar di kawasan Mandeh untuk kemudian kembali ke Padang. “Ini suatu atraksi baru yang belum ada selama ini. Kami mohon bantuan kepada Walikota Padang supaya ‘Mentawai Fast’ dapat berkeliling di sini,” harapnya. 

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya menyebut, kawasan Mandeh cukup menarik dan mendapat penilaian A. Karena itu, untuk memajukan pariwisata dibutuhkan sinergi dengan sejumlah pihak. Tidak hanya merangkul investor dan pengusaha wisata, akan tetapi juga merangkul daerah tetangga.(tf/ch).  

Post a Comment