Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Korut),

Lagi-lagi Pemimpin Korea Utara (Korut) memerintah eksekusi mati terhadap orang-orang terdekatnya, setelah bibinya, kini tangan kanannya, yang menjadi Menteri Pertahanan Korut, Hyon Yong-Chol hanya lantaran tertidur saat pawai militer Korut.

Dalam briefing Komite Parlemen Korea Selatan (Korsel) di hari Rabu (13/5/2015), Han Ki-Beom, Wakil Direktur Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) mengatakan ratusan orang menjadi saksi proses eksekusi mati Hyon Yong-Chol, menggunakan senjata anti-pesawat pada 30 April di sebuah akademi militer di Pyongyang utara.

Selain tertidur pada pawai militer, Hyon juga dituduh melakukan pembangkangan.
Metode eksekusi yang terkesan sadis tersebut sering digunakan oleh rezim Kim untuk 'menyingkirkan' para pejabat senior yang tak sependapat dengan Kim Jong Un agar menjadi contoh bagi yang lain.

Bulan lalu, Komite untuk Hak Asasi Manusia di Korea yang berbasis di AS menerbitkan sebuah citra satelit pada bulan Oktober tahun lalu di akademi yang sama dengan lokasi eksekusi mati Hyon dan menunjukkan tembakan senjata anti-pesawat yang tampaknya merupakan persiapan untuk eksekusi mati.

Sebelumnya, seorang pejabat tinggi di Pemerintah Korea Utara (Korut) yang membakang, mengungkapkan kekejaman dari rezim Kim Jong Un ke publik.

Dikutip dari CNN, Selasa (12/5/2015), nama pejabat tinggi itu Park. Ia mengatakan pada tanggal 5 atau 6 Mei 2014, Pemimpin Korut, Kim Jong Un memerintahkan bawahannya untuk membunuh bibinya sendiri menggunakan racun.

Park mengatakan, hal itu dilakukan Kim Jong Un karena ingin membungkam bibinya yang marah setelah suaminya yang dianggap orang nomor dua di Korut, Jang Song Thaek diduga tewas dibunuh oleh rezim Kim di bulan Desember 2013.(Asiaone.com)

Post a Comment