Ads (728x90)

PADANGPOS.COM,  (Pekanbaru),
Berharap anaknya bisa lulus menjadi mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Seniawati, seorang warga Tenayan Raya harus merugi Rp 160 juta.

Janji seseorang berinisial Pur untuk meluluskan anaknya, hanya isapan jempol belaka.

Duit pun melayang.
Purwono alias Pur (51) pun harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan Seniawati (45), atas tuduhan melakukan tindak pidana penipuan perekrutan mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Untuk bisa lulus dalam seleksi, warga Jalan H Imam Munandar, Gang Firdaus ini meminta uang kepada Seniawati. Tak tanggung, ia meminta uang Rp 160 juta.

"Korban diiming-imingi janji anaknya bisa lulus masuk IPDN. Dengan bujuk rayu, kemudian korban dimintai uang ratusan juta sebagai syaratnya," ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Hayanto melalui Kasat Reskrim Kompol Hariwiyawan Harun, Senin (11/5/2015).

Namun, janji tersebut hanyalah modus tersangka untuk meraup keuntungan. Anak Seniawati tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa IPDN. Uang yang sudah disetorkan Seniawati pun tidak pernah kembali.

Dalam perjanjian mereka, Pur menyebutkan, jika anak Seniawati tidak lulus, maka uang akan dikembalikan sesuai dengan jumlah yang disetor awal.

Namun, saat uang tersebut ditagih, Pur tetap tidak mengembalikan. Atas dasar itulah Seniawati kemudian melaporkan Pur ke polisi.

"Korban merasa ditipu oleh tersangka. Uang yang sudah disetorkan, tidak pernah kembali. Sementara tersangka hanya memberi janji saja akan mengembalikannya," terang Hari. dikutip dari tribun.

Post a Comment