Ads (728x90)


PADANGPOS.COM.  (Padang),
 
Tepat  Tanggal 13 Mei 2015 setahun memimpin Kota Padang, Walikota H. Mahyeldi Ansharullah langsung turun ke Pasar Raya Padang, Rabu (13/5). Langkah yang dilakukan Wako Mahyeldi sebagai jawaban atas kritikan sejumlah pihak perihal kesemrawutan pasar.

Pagi itu, sebelum membenahi Pasar Raya, Wako Mahyeldi menggelar apel bersama sejumlah personilnya. Tampak diantaranya, Satpol PP, Dinas Pasar, TNI, Kepolisian dan lainnya. Dalam apel tersebut, Wako Mahyeldi menegaskan bahwa tujuan dilakukannya gotongroyong agar pasar betul-betul nyaman dikunjungi pengunjung dan pedagang. Karena itu, jalan di depan Duta Merlin hingga Kopas Plaza tidak ada lagi pedagang kaki lima yang berdagang sebelum pukul 15.00 Wib. “Di kawasan ini tak ada lagi yang berjualan sebelum jam tiga sore, semuanya hanya diperbolehkan berjualan setelah jam tiga,” kata Wako.

Pedagang buah yang selama ini berdagang di bahu jalan depan Duta Merlin akan dipindah ke Gang Berita. Ini sesuai dengan peruntukkannya, dimana pedagang buah dipusatkan di Gang Berita. Sehingga dengan demikian, bahu jalan di depan Duta Merlin akan steril dari pedagang dan tidak lagi menjadi pemicu kemacetan kendaraan.

Gang berita yang seharusnya ditempati pedagang buah kini malah ‘dikuasai’ pedagang aksesoris. Mereka mendirikan lapak yang ukurannya diluar ketentuan yang telah ditetapkan Perda. Karena itu, Gang Berita akan disterilkan dari pedagang aksesoris dan kembali diisi pedagang buah. Pedagang akeseoris yang menempati Gang Berita itu akan dipindah ke depan Duta Merlin, dengan catatan mereka berjualan setelah pukul 15.00 Wib.

Berdasarkan Perda, pedagang yang berjualan di Pasar Raya tidak diperbolehkan memiliki kios yang ukurannya lebih dari 2 x 1,5 meter. Pedagang kaki lima (PKL) juga tidak diperbolehkan berjualan secara bebas dan menggunakan tenda besar. “PKL tidak boleh punya tenda permanen, kalau ada, dibongkar. Dan kalau ada yang kedapatan barang dagangannya yang ditinggal malam (diinapkan di pasar-red), petugas akan mengangkatnya,” terang Wako.

Wako Mahyeldi menempatkan sejumlah personil Satpol PP di sejumlah titik yang telah ditetapkan untuk mengawasi pedagang di Pasar Raya. Di masing-masing titik ditempatkan lima personil Satpol PP yang bertanggungjawab mengamankan lokasinya masing-masing. “Mereka kita tempatkan untuk mengawasi pedagang, jika ada yang berjualan sebelum pukul tiga sore,” ujarnya.

Gang atau lorong di Pasar Raya juga mendapat perhatian dari Wako Mahyeldi. Pada umumnya, gang ataupun lorong itu dipenuhi pedagang yang berjualan, sehingga pengunjung sulit untuk berlalulalang di pasar. Wako mengimbau kepada pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang lorong atau gang. 
Setelah melakukan apel, Wako bersama SKPD lainnya bergotongroyong di jalan depan Duta Merlin. Tali Bandar yang selama ini menyumbat dibersihkan. Sampah diangkut ke truk kontainer milik DKP.
Usai bersih-bersih, Wako menuju Kompleks Padang Theatre. Di sini Wako membongkar bangunan liar dan salon yang tak berizin. Selain itu, Wako juga mendapati bangunan permanen milik Pemko yang dirusak dan dibongkar seenaknya oleh oknum tak bertanggungjawab. Melihat itu, Wako meminta kepada personilnya untuk membuat surat laporan ke kepolisian agar segera diusut dan diproses. “Ini aset Pemko yang dibongkar dan tidak ada izinnya. Merusak aset Pemko adalah pidana,” tegas Wako.

Setelah itu, Wako bergerak ke kawasan belakang Blok A. Di sini, Wako mendapati pedagang sate yang berdagang menggunakan badan jalan sehingga di lokasi ini kerap terjadi kemacetan. Wako kemudian membongkar tenda beserta gerobak milik pedagang sate tersebut. Tiang tenda yang dipermanenkan dengan cara dicor menggunakan semen dibongkar sehingga lokasi ini menjadi steril.
Usai itu, Wako Mahyeldi melangkahkan kakinya ke kawasan Permindo. Di sini, persisnya di depan Hotel Garuda, Wako menemukan kios rokok yang memakan trotoar. Kios ini dipindahkan bersama-sama sehingga trotoar tidak lagi terpakai oleh pedagang.

Wako juga menemukan sampah yang berserakan di depan toko di Permindo. Saat berhenti di depan salahsatu toko, Wako memanggil pemilik toko busana dan menanyakan tong sampah. Tak menyangka akan ditanya begitu, si pemilik toko bergegas mencari tong sampah ke dalam tokonya. Entah karena tidak ada, si pemilik toko mengeluarkan karung goni sebagai wadah sampah. Melihat itu, Wako mengajak pemilik toko tersebut ke sebuah toko yang menjual tong sampah. Wako menyarankan pemilik toko untuk membeli tong sampah tersebut dan ditaruh di depan tokonya.
Wako Mahyeldi berharap agar seluruh pedagang di Pasar Raya berjualan dengan tertib dan tidak mengganggu kenyamanan serta keamanan pasar. Ini dimaksudkan agar Pasar Raya dan Kota Padang tertata baik.(tf/ch). 

Post a Comment