Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang),

Guna menghindari kebocoran retribusi dan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sudah saatnya Pemerintah Kota Padang menerapkan elektronifikasi. 

Dengan ini akan mengubah semua metode pembayaran dari manual menjadi elektronik, mengubah pembayaran tunai menjadi non tunai, serta meningkatkan akses keuangan yang terbatas menjadi luas.

Hal ini dikatakan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dalam rapat staf di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, Senin (18/5).

Dalam rapat yang melibatkan Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat serta beberapa pimpinan wilayah perbankan di Kota Padang ini, Mahyeldi tertarik dengan presentasi terkait penerapan elektronifikasi. Banyak manfaat positif, selain setiap pemasukan secara seketika (real-time) langsung masuk ke rekening kas daerah, juga mendukung program anti pencucian uang dan pencegahan korupsi.

"Maka ini harus dapat disegerakan, untuk penerapannya kita akan jalin kerjasama dengan BI dan pihak perbankan lainnya," ungkap Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Puji Atmoko dalam presentasinya menjelaskan, manfaat elektronifikasi ini dapat digunakan untuk transaksi 24 jam sehari per tujuh hari seminggu. Transaksi yang dilakukan pun tercatat dan tersimpan sampai kapanpun sehingga dapat menjadi bukti audit.

"Dengan ini kita bisa bertarnsaksi dengan praktis, nyaman dan aman tanpa rasa was - was akan uang hilang. Terhindar pula dari uang palsu, serta meminimalisir shadow economy," papar Puji.
Rapat staf ini, dihadiri juga oleh Wakil Walikota Emzalmi, Sekretaris Daerah (Sekda) Nasir Ahmad, para Asisten, Staf Ahli dan pimpinan SKPD.(tf/du).

Post a Comment