Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang), 

Kota Padang akan menjadi tuanrumah penyelenggara pertemuan negara-negara pesisir Samudera Hindia atau dikenal dengan Indian Ocean Rim Association (IORA) pada Oktober nanti. Sebelum helat IORA ditabuh, Pemerintah Kota Padang berinisiatif akan membentuk Indian Ocean Local Government (IOLGF) dengan tujuan dapat menopang IORA dan mengangkat peran pemerintah daerah yang berada di sepanjang pantai Samudera Hindia.

Rencana dibentuknya IOLGF ini mengapung dalam rapat awal tim fasilitasi dan koordinasi persiapan pelaksanaan pertemuan IORA 2015 di ruang rapat Abu Bakar Jaar, Kantor Balaikota, Jumat (22/5) kemarin. Rapat yang dipimpin Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah itu menghadirkan sejumlah akademisi diantaranya seperti Prof. Dr. Ir. Helmi, M.Sc., Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE, MA., Dr. Ferdi, SH, M.Hum., dan Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, M.Si., Selain itu juga terlihat hadir sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Padang.

Ketua panitia, Didi Aryadi saat ditemu usai rapat, menyebut tim ahli yang terdiri dari sejumlah akademisi sangat mendukung penuh dibentuknya forum baru, IOLGF sebagai penopang IORA nantinya. Selama ini, IORA didukung tiga pilar seperti pemerintah, akademisi dan bisnis. Namun sayangnya, dukungan pemerintah hanya sebatas di pemerintahan pusat saja tanpa menyentuh pemerintah di daerah-daerah. “Selama ini gaungnya tak sampai ke pemerintah daerah, makanya dengan ditunjuknya Padang sebagai tuanrumah, kita ambil inisiatif bagaimana peran pemerintah daerah ini menjadi penopang IORA. Karena itu dibentuk IOLGF,” ujarnya.

Sebelum dibentuk, Pemko Padang berencana akan mengumpulkan 66 kota/kabupaten di Indonesia yang bersisihan dengan Samudera Hindia. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Bengkulu, hingga Nusa Tenggara Timur. “Kita akan lakukan konferensi lokal dulu baru setelah itu dikukuhkan pada saat IORA,” ujar Didi.

Pertemuan dengan 66 pemerintah daerah itu sendiri akan dilakukan pada Agustus mendatang. Nanti akan dibentuk forum khusus Indonesia Indian Ocean Local Government Forum yang kemudian akan menjadi cikal bakal untuk IOLGF. “Kita perkuat di Indonesia dulu, Agustus diundang semua daerah tersebut dan tentukan segala teknisnya seperti anggaran dasar dan sebagainya,” tambah Didi.

Pemko Padang sangat berharap Padang menjadi ketua IOLGF itu sendiri dan bersekretariat di Padang. Sehingga nantinya jika 66 kota/kabupaten itu ingin membina hubungan bilateral atau melakukan ekspor komoditi ke Negara-negara IORA, Padang akan menjadi sekretariat jenderalnya. “Semua peserta rapat sangat mendukung, begitu juga walikota. Ini cita-cita lama, sejalan dengan program pemerintah pusat untuk kembali ke laut, kita tak boleh memunggungi laut, orientasi kita saat ini laut,” beber Didi.

Dalam upaya membentuk IOLGF itu, sebelum memulai ke tingkat nasional, Pemko Padang akan mengambil langkah dengan melakukan konsolidasi dulu dengan 7 kabupaten/kota di Sumbar yang berada di sepanjang pantai. Daerah itu seperti Pasaman, Padang Pariaman, Pariaman, Mentawai, dan lainnya. “Harapan kita minggu depan semua sudah berkumpul,” tukuk Didi.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan lewat dibentuknya forum IOLGF nantinya akan semakin memperkuat Kota Padang sebagai gerbang Indonesia bagian barat. Karena itu Wako berharap agar seluruh panitia yang terlibat untuk bekerja sungguh-sungguh sesuai tupoksi. “Lewat IORA, semua potensi akan kita gerakkan sehingga denyutnya akan lebih terasa,” ujar Wako.

Dalam rapat itu, sejumlah akademisi yang hadir cukup banyak memberi masukan dan gagasan dalam menghadapi agenda IORA mendatang. Masukan bernas itu lantas menjadi pegangan sekaligus pedoman bagi Pemko Padang. Direncanakan, IORA yang digelar Oktober nanti akan dibuka Presiden Joko Widodo.(tf/ch/dv).



Post a Comment