Ads (728x90)

PADANGPOS.COM.  (Padang),

Pemerintah Kota Padang melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dalam waktu dekat ini akan melakukan pemutakhiran basis data terpadu (PBDT) 2015 program perlindungan sosial. Hal ini menjadi penting karena selama ini program tersebut masih menggunakan data tahun 2011. Karena itu, Pemko Padang mengumpulkan seluruh lurah dan camat di Kota Padang.

Seluruh lurah dan camat berkumpul di Palanta kediaman Walikota Padang, jalan A. Yani, Minggu (10/5) kemarin. Mereka mendapat arahan dari Wako Mahyeldi. Karena validnya (keakuratan-red) data bergantung kepada lurah. “Yang bertanggungjawab atas validnya data adalah lurah,” tegas Wako Mahyeldi di depan seluruh camat dan lurah saat rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PBDT 2015 Kota Padang.

Sebagai salahsatu garda terdepan di pemerintahan, lurah memang menjadi tonggak penting dalam pemutakhiran data. Apabila terjadi kesalahan data, akan dapat dengan mudah terlihat. “Kalau seandainya data yang dikumpulkan tak akurat, datanya ada yang titipan, atau tidak objektif, akan dengan mudah menandainya,” kata Wako.

Karena itu Wako Mahyeldi mengumpulkan seluruh lurah dan camat se-Kota Padang. Wako menginginkan tidak terjadinya kesalahan data dalam pemutakhiran basis data terpadu 2015 kali ini. “Kesalahan data ini tak bisa main-main, harus valid dan akurat. Makanya seluruh lurah dikumpulkan hari ini sehingga pekerjaan kita ini cepat dipahami secara baik,” tutur Wako.

BPS merupakan lembaga di negara ini yang diberikan kewenangan untuk mengeluarkan data-data statistik. Dalam PBDT 2015 ini BPS telah menyiapkan tim dalam memvalidasi data. Sebelas fasilitator akan turun ke sebelas kecamatan di Kota Padang. Mereka akan melakukan pemutakhiran data bersama camat, lurah, RT dan RW.

Wako menekankan, sukses atau tidaknya pemutakhiran data bukan dilihat dari selesainya data yang dikumpulkan. Akan tetapi dilihat pada saat tidak terjadinya permasalahan dalam peluncuran sebuah program kerja Pemko Padang. “Sukses bukan sekedar selesai datanya, tetapi ketika ada program yang akan turun nantinya tidak terjadi masalah, maka itu baru dapat dikatakan sukses. Kalau ada program yang diluncurkan terjadi masalah, berarti belum bisa dikatakan sukses,” kata Wako.

Dalam kegiatan itu, Wako juga sempat menyidak kehadiran lurah di masing-masing kecamatan. Sejumlah lurah memang terlihat belum hadir di acara tersebut karena berbagai alasan. “Kita ingin bergerak cepat, tidak ada lagi camat atau lurah yang mati handphonenya meski libur. Harus hidup 24 jam. Ini darurat, karena kesalahan dan ketidakakuratan data akan menambah pekerjaan kita. Menyebabkan orang berkelahi di lapangan,” papar Wako.(tf/ch)

Post a Comment